Ramadhan Bulan Al Qur'an

Sepanjang tahun Al Qur'an wajib dibaca, dipelajari maknanya, dibuka hukum-hukumnya, dihayati hikmah-hikmahnya, diamalkan petunjuk-petunjuknya. Sekarang, saat kita berada di Bulan Ramadhan yang mulia. Kita menyambutnya denangan gembira. Kalimat Ramdhan Karim dan Allahu Akram sering kali terdengar.

Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. Kitab suci ini diturunkan sekaligus ke lauh al mahfuzh pada bulan Ramdahan. Maka Ramadhan mencintai Al Qur'an begitu pula Al Qur'an mencintai Ramadhan.

Al Qur'an semakin menambah kemuliaan Ramadhan. Dua kemuliaan telah disatukan oleh Allah hingga melahirkan kemuliaan-kemuliaan yang sangat banyak. Ramadhan adalah aatnya membaca sepuas-puasnya Al Qur'an.

Dalam berbagai riwayat kita bisa menyimak bahwa para pendahulu kita bila datang Ramadhan mereka membuka Al-Qur'an dan kemanapun mereka selalu bersamanya. Saat ada di kampung atau pergi ke luar dawrah mereka selalu bersamanya.

Dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Malik saat datang Bulan suci Ramadhan beliau tidak punya kesibukan apapun selain dengan sibuk membaca Al Qur'an. Ia sementara meninggalkan mengajar, memberi fatwa dan berkumpul bersama manusia, ia bertutur bahwa ini adalah bula Al Qur'an.

Maka melihat dari perilaku para pendahulu kita yang shalih maka kita harus mengambil tauladan yang baik dari mereka. Al Qur'an adalah penuntun kita dan ia adalah penunjuk arah perjalanan kita.

Bila al Qur'an diganti oleh bacaan lain sementara ia sama sekali tidak dibaca maka manusia tidak akan mengerti hukum-hukum Allah. Bila sudah demikian keadaannya maka tunggulah kehancurannya. Kelak Allah akan mengganti umat durhaka itu dengan umat baru yang mencintaiNya.

Saat Al Qur'an masih turun kepada Nabi dan para sahabat langsung hidup di bawah naungannya, maka kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Keberlebihan dalam kepemilikan atau pun kekurangan adalah bergilir, namun jangan sampai manusia kehilangan kebahagiaannya.

Rasulullah sangat telaten dalam membaca dan mengajarkan bahkan menyimak bacaan Al qur'an sahabat-sahabatnya. Sahabat Ibnu 'Umar, Ubay Ibn Ka'ab, abu Musa Al 'Asy'ari adalah nama-nama yang bisa kita sebutkan dalam hal membaca Al Qur'an dan Nabi sangat tulus memberikan apresiasi.

Ramadhan adalah saatnya nabi membaca dan mengkaji Al Qur'an bersama Malaikat Jibril. bahakan saat tahun akan wafatnya Rasulullah Nabi mengkaji Al Qur'an bersama Malaikat Jibril dua kali.

Bila demikian, makhluk mulia yang hapal al Qur'an masih terus membaca dan mengkaji Al Qur'an padahal Al Qur'an turun kepadanya, lalu kenapa kita masih malas dan hanya menyediakan dan menyempatkan sedikit waktu untuk membacanya.


Renungan ini lebih pantas ditujukan untuk yang menulis catatan ini. Namun begitu semoga ada manfaatnya bagi semua. Harapan yang tertinggi adalah semoga menjadi pelecut semangat dan kritik ke dalam. Semoga Allah membimbing kita agar terus bisa menjadi ahlinya Al Qur'an.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.