Nasihat Pengantin Baru

Siapapun membutuhkan nasihat. Ia bagaikan kompas yang memberikan petunjuk arah yang tepat hingga bisa meluruskan jalan kita yang tersesat. Atau ia bagaikan obat yang berguna bagi kebaikan kita.

Tidak terkecuali dari itu adalah para pengantin. Khusus untuk pengantin baru, nasihat sangat-sangat dibutuhkan. Karena pernikahan tidak ada sekolahnya. Maka dalam hal ini tidak ada yang merasa bisa mengurus keluarga. Semua terus belajar dan memahami.

Diantara khazanah keilmuan saya menemukan sebuah tulisan pada buku karya A. Aziz Salim Basyarahil. Tulisan ini diberi judul Nasihat untuk seorang ibu, kami menuliskannya kembali semata-mata sebagai pelajaran dan peringatan bagi kami, dan kemudia akan kami bagi kepada anda mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat atasnya. Mari kita menyimaknya ...

"Seorang ibu memberi nasihat kepada puterinya ketika melepaskannya untuk diboyong sang suami dengan ucapan,

"Hai puteriku, kamu akan berpisah dengan tempatmu dilahirkan dan meninggalkan sarang tempatmu dibesarkan, pindah ke sangkar yang belum kamu kenal dan kawan pendamping yang belum kamu kenal sebelumnya."

"Dengan kekuasaan suamimu atas dirimu dia menjadi pengawas dan penguasa. Jadilah pengabdi baginya supaya ia menjadi pengabdi bagimu."

"Hai puteriku, camkan pesanku yang sepuluh sebagai pusaka dan peringatan bagimu."

"Bergaullah ((berkawan atas dasar kerelaan (ikhlas). Bermusyawarahlah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik. Jagalah selalu pandangan matanya, jangan sampai ia melihat segala sesuatu yang buruk dan tidak menyenangkan hatinya."

Jaga bau-bauan yang sampai ke hidungnya, dan hendaklah ia ia selalu mencium wewangian darimu. Celak mata memperindah yang indah dan air dapat mengharumkan bila tidak ada wewangian."

"Jagaah waktu-waktu makannyadan ketenangan saat tidurnya, sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur sering menimbulkan rasa jengkel."

Pelihara lah rumah dan harta bendanya, dirinya, kehormatannya, dan anak-anaknya. Sesungguhnya, menjaga harta bendanya ialah suatu penghargaan yang baik dan menjaga anak-anaknya adalah suatu perbuatan yang mulia."

"Janganlah sekali-kali membocorkan rahasianya dan menentang perintahnya. Bila membocorkan rahasianya kamu tidak akan aman dari tindakan balasannya dan bila menentang perintahnya berarti kamu menanam dendam dalam dadanya."

"Jangan engkau terlihat gembira di saat dia sedang sedih dan susah, dan jangan bersikap murung saat dia bergembira. Kedua hal inimenimbulkan kesalahpahaman yang akan membuat keruh rumah tanggamu."

Muliakanlah dia agar dia juga memuliakanmu dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih lama menjadi pendampingmu."

"KKamu tidak akan mencapai apa yang kamu inginkan, kecuali bila mengutamakan keridoannya atas keridoanmu, danmendahulukan hawa afsunya terhadap hawa nafsumu dalam hal-hal yang kamu senangi dan yang kamu benci."


Demikianlah nasihat yang panjang ini, ia mencakup berbagai hal yang harus diperhatikan oleh para isteri. Dan dalam rumah tangga tentu bukan hanya isteri yag harus berbuat baik kepada suami namun juga suami harus lebih dahulu berbuat baik kepada isterinya.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.