Meneladani Para Sahabat Rasulullah dalam Menyambut Ramadhan

Para sahabat adalah orang-orang yang bertemu dengan Rasulullah saw dan beriman kepadanya dan kepada ajaran yang dibawanya. Maka orang-orang yang bertemu dengannya tapi tidak beriman kepadanya maka tidak disebut shahabat. Begitu pula orang yang beriman kepadanya namun tidak bertemu dengannya tidak juga disebut sahabat.

Meneladani seseorang adalah berusaha melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang yang ditauladani. Hal ini bisa dengan berguru atau membaca kisah hidupnya. Bisa pula kita menauladaninya dengan bersumberkan berita-berita dari orang-orang yang pernah bertemu atau bergaul dengannya. dari peninggalan baik kata-kata atau buku yang ditulisnya kita juga bisa mencontoh orang yang ingin kita tauladani.

Menauladani Sahabat Dalam menyambut bulan suci ramadhan berarti kita mengkaji tata cara atau sikap mereka ketika melakukan itu. Bagaimanakah ekspresi kegembiraan mereka dan do'a do'a mereka dalam menyambut Ramadhan.

Meneladani para sahabat dapat kita lakukan. Dari keterangan para tabi'in yang hidup dengan mereka kita bisa tahu bagaimana cara mereka bersikap. Dari beragam atsar kita juga dapat mengambil hikmah.

Dalam situs hidayatullah.com kita bisa membaca bahwa sebelum Ramdhan tiba maka para sahabat yang diajarkan Rasulullah bagaimana menyambut Ramadhan, mereka bannyak berdo'a. Para pendahulu kita yang shalih berdo'a meminta kepada Allah agar memberikan kesempatan beribadah pada bulan ramadhan dan memohon diterimanya amal amal pada Ramadhan. Bahkan disebutkan mereka berdo'a mengharapkan Ramadhan itu selama 6 bulan terus menerus.

Imam Malik selalu membimbing murid-muridnya agar selalu mengkaji bagaiman cara sahabat-sahabat Rasulullah dalam menjalani kehidupan. Maka termasuk di dalamnya adalah bagaiamana para sahabat dalam menyambut Bulan Ramadhan.

Ma’la Bin Fadhal berkata: “Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.” (HR. at Thabrani: 2/1226).

Dengan ini kita bisa faham bahwa peningkatan iman, amal, dan ketaqwaan sebelum Ramadhan tiba adalah bukti dan tanda bahwa seseorang benar-benar rindu akan Ramadhan. Jadi bukan hanya sekedar mengucapkan 'marhaban ya Ramadhan'.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.