Hidup Abadi di Surga

"Ingin hidup seribu tahun lagi" begitulah angan-angan sebagian kita saat beroleh kenikmatan. Sudah menjadi sifat manusia yang akan merasa betah tinggal di dunia bila mendapat keberuntungan. Rasa sakit yang dahulu pernah ia rasakan seakan tidak pernah ia mengalaminya.

"Semoga panjang umur sehat selama-lamanya", itu sebaris kata-kata yang diucapkan bila seseorang merayakan ulang tahunnya. Demikianlah keadaan yang kita simak sehari-hari. Kebahagiaan yang duhu seakan hilang kini telah kembali lagi.


Apakah anda ingin hidup abadi. Hidup abadi di akhirat adalah keniscayaan. Ini sudah merupakan ketetapan sang Pencipta. Nanti akan ada sorga dan neraka yang abadi. Jadi hakikatnya kita ingin abadi bersama kebahagiaan yang menyertai kita. Hidup abadi di akahirat jenis ini adalah dambaan. Harapan mengecap kebahagiaan di akhirat adalah dengan beramal shalih. Dengan hidup di dunia tidak beruntung maka semoga di akhirat kelak kebahagiaan itu kita dapatkan.

Oh ya satu lagi pernahkah anda mendengar berita bahwa mantan presiden pertama bangsa Indonesia yaitu Ir Soekarno dikatakan belum mati. Mereka yang mengagungkannya menyatakan bahwa ia masih hidup dan akan selamanya hidup. Saya percaya ia tetap hidup mungkin di alam yang lain.

Mengapa demikian? karena berita hidup abadi ini telah banyak tersiar. Kita bisa memberikan identitas sebagai 'mitos hidup abadi'. Kenapa mitos? Karena itu tidak sesuai dengan sunnatullah yang menyebutkan bahwa semua makhluk akan binasa. Maka yang menyalahi itu disebut mitos. Hidup abadi dalam Islam - sejauh yang saya tahu - adalah abadi yang nisbi bergantung pada kehendak Allah.

Satu lagi ya ... pernahkah anda ziarah ke tempat ziarah? Biasanya disediakan air yang bisa diminum. Hanya saja disayangkan banyak yang salah menyebut, mereka menamakanannya 'air hidup abadi' atau 'air keabadian' ada juga yang menyebut 'banyu kahuripan'. Kita jangan salah memaknai hingga jatuh kepada jalan yang tidak benar.

Maka hidup abadi di akhirat adalaha hidup abadi menurut ajaran Islam. Yaitu taat selalau pada Allah swt nanati kita akan beroleh kebahagiaan. Kita mendengar ada hewan yang hidup abadi di surga. Ada juga batu yang senang dan bahagia mendapat tugas sebagai bahan bakar neraka.

Mari kita beriman dan beramal shalih. Keabadian adalah buahnya. Lihatlah nama Nabi Ibrahim yang abadi sepanjang masa dengan harumnya. Kita harus meninggalkan keburukan agar kita tidak abadi alam kesengsaraan. Banyak yang hidup abadi dengan membangun pertahanan, istana, dan peninggalan yang monumental, namun ia melupakan kedekatan dengan sumber abadi itu sendiri yaitu Allah swt.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.