Hati Tidak Ingin Berpaling DariMu, Curhat-an Ramadhan

Sejak berpuluh senja suasana hati kembali memutar masa lalu,
Kala itu bibir tidak henti terbasahi dengan lantunan ayat suci,
Duduk melingkar di Balkon-balkon Nurul Amanah,
Bila masih mungkin, kunaiki tangga di samping masjid,
Kutuju sebuah kubah masjid hijau, tempat asyik buat mengulang hafalan
Dengan suara riang anak-anak yang menghafal puji-pujian
Do'a selalu kuhaturkan pada-Mu
Semoga Al-Qur'an ini tetap bersemi di hati kami.

Lembayung senja semakin menyilaukan mata,
Dengan pesona indahnya kami menatap penuh takjub,
Siapakah yang melukiskannya,
Kami tahu Dia-lah Dzat yang sama dengan Pelukis Pelangi,
Berucap subhanallah dan alhamdulillah,
Kami memuji-Nya dan bersyukur atas iman yang Ia semaikan.

Enam puluh menit menjelang maghrib,
Qur'an kecilku masih terbuka,
Lisan masih enggan berhenti melafalkan Firman-Nya,
Ada kesejukan dan rasa betah dalam hati,
Semakin lama semakin asyik dan kami masih terus dibuatnya betah,
Senja itu, ingin aku terus bersama-Nya.

Sesaat terdengar suara yang tidak asing lagi bagiku,
Rupanya Guruku mengabarkan bahwa ada sajian ta'jil dari bu anu ...
Kami segera menutup bacaan dengan do'a dan harapan,
Bergegas beriring berjalan menuju ke sebuah rumah sederhana,
Kami bergumama ... Barakallahu laka fika,
Dua wadah besar kami panggul bersama,

Duduk melingkar di Rumah Allah,
Kami memohon pertolongan,
Kami sadari bahwa kami lemah,
Bukan soal makan minum yang kami khawatirkan,
Tapi kami takut lemahnya iman,
Maka di awal do'a kami bersyukur,
Atas nikmat-Nya mak sempurnalah semua kebaikan,
Beristighfar adalah berikutnya,
Atas dosa dan khilaf yang dilakukan,
Kemudian bershalawat kepada Sang Nabi Terakhir,
Beliau yang menuntun ummat,
Do'a tulus untuk orang tua, guru dan kerabat,
kawan dan kenalan tidak lupa kami sertakan,

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.