Don’t be Sad, Jangan Sedih

Membaca tulisan bapak Toto Tasmara dalam salah satu karyanya, The Secret of Iman pada halaman 162, saya jadi terinspirasi untuk menuliskannya. Dalam tulisan yang inspiratif itu ia menjelaskan tentang kesedihan dan do’a yang Rasulullah ajarkan untuk berlindung dari penyakit itu.

Apakah kesedihan itu penyakit ?

yang jelas itu adalah media yang dapat mengantarkan sakit kepada orang yang terkena kesedihan itu. Lihat saja tubuh orang yang lagi sedih, kurus kering, mata cekung, pancaran sinar matanya redup, air muka pucat, gay berjalan tiada gairah, langkah gontai, nafsu mkan hilang, harapan seakan sirna, trauma kan masa lalu. Nah itu tanda-tandanya. Yang paling mengkhawatirkan adalh bila jiwanya yang terserang. Kesedihan adalah kelakuan jiwa. Bila itu mempengaruhi bagian jiwa yang lain maka akibatnya fatal. Seperti tadi, hilangnya harapan dan trauma yang dalam adalah beberapa hal yang bisa disebutkan. Maka jiwa dan raga orang yang lagi sedih bisa kena efek yang buruk.

Lalu adakah kesedihan yang boleh ?

Ada juga, bahkan kesedihan itu adalah kondisi jiwa yang setiap orang pasti pernah mengalaminya. Jadi kesedihan itu bukan penyakit ? nanti dulu. Hehe … Ya setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan.

Dalam sirah Nabi Muhammad kita sering mendengar ada istilah ‘’aam al-hazn’ yang bermakna tahun kesedihan. Saat itu isteri tercinta Nabi dan pamannya meninggal dunia. Dua orang ini adalah yang punya peranan penting dalam dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah. Jadi Nabi saja pernah sedih apalagi kite kite yang koyo gini.

Jadi boleh apa kagak ?
Apaan ..?
Brrrr … ?
Oh bersedih …!
Yo-I bro tadz …?
Oh … Boleh ?
Yang kaya gimana sedih yang boleh …?
Ada kesedihan yang boleh bahkan ada yang wajib.
Lha wajib …?
Ya wajib. Jadi gini tadi kan udah dijelasin kan dul bahwa kesedihan itu adalah kondisi jiwa manusia bila menghadapi hal yang membuatnya bersedih. Contohnya ketika kehilangan anggota keluarga atau ketika orang sholeh meninggal dunia. Saat itu kita boleh bersedih dan memang sedih. Nah yang nyangkut kehormatan agama atau menyangkut dosa yang yang kita lakukan maka kesedihan atas dosa dengan diiringi penyesalan dan gairah untuk lebih giat beribadah itu berarti wajib. Terus bila agama dihina, dikatakan candu, pembodohan manusia, sumber terorisme dll, nah sedih lalu semangat untuk memperjuangkan agama seperti itu wajib.

Lalu yang salah sedih yang kaya apa ?

Ya berarti yang haram itu yang bukan seperti yang ada pada paragraph panjang sebelum paragraph ini. Maksudnya bila kesedihan yang bukan menyangkut agama atau dosa-dosa lalu sedihnya berkepanjangan dan membinasakan bahwa jadi malas berkebaikan apalagi pake putus asa harapan segala mah, nah yang ini haram tidak boleh dilanjutkan.

Jangankan yang ini sedih akan hal yang menyangkut dosa misalnya, bila ia sedih tapi tidak semangat berbuat baik dan meninggalkan dosanya berarti kesedihan ini belum sempurna untuk menyempurnakan taubat.

Jangan bersedih yahhh … Senyum

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.