Credo Ut Intelligam Et Intelligo Ut Credam

Keimanan yang dianut hauslah berdasarkan ilmu. Ilmu dapat didapatkan dari berbagai sumber panca, indera, ilham, dan wahyu. Semua data yang diperoleh kemudian ditanggapi oleh akal.

Dalam ajaran agama Islam, semua ibadah yang dilakukan oleh manusia harus disetai imu. Pertama-tama yang diwajibkan adalah pengetahuan akan sifat-sifat Allah swt baik yang wajib, mustahil, ataupun jaiz. Semua yang berhubungan dengan ilmu tauhid harus diketahui oleh manusia. Sehingga ia mendapatkan pengetahuan tentang dzat yang akan disembahnya.

Setelah itu pengtahuan berikutnya adalah mengilmui syari’ah Allah swt. Maka pengkajian Al-Qur’an berbarengan dengan pengkajian Al-Sunnah. Periwayatan-periwatan tentang tata cara ibadah yang diwajibkan dan tata cara Rasulullah melakukannya merupakan bagian penting dalam agama Islam.

Islam mengajarkan Iman jangan lepas dari ilmu. Beribadah dengan disertai ilmu akan berbeda derajatnya dengan ibadaha yang tidak disertai ilmu. Semakin dalam ilmu amalnya, maka semakin istimewa pula nilai amal-amalnya.

Maka diantaa ilmu yang harus dikaji dan diamalkan adalah ilmu dari Rasulullah tentang amalan-amalan hati. Sebagaimana yang kita sering mendengar bahwa kita harus meneladani Rasulullah. Maka dalam hal akhlaq dan amalan hati, Rasulullah lah yang paling harus kita tauladani.

Berdasarkan hal di atas, semestinya menuntut ilmu adalah bagaian terpenting dalam hidup manusia. Seharusnya manusia tidak bosan dalam menuntut ilmu meskipun telah mendengarnya berulang-ulang. Para ulama dahulu mendengarkan ilmu dengan seksama seolah-olah baru pertama kali mendengarnya.

Bagian kegua dari judul di atas menerangkan bahwa ilmu jangan lepas dari iamn. Ilmu pengetahuan tanpa disertai iman akan sangat berbahaya. Ia akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Berlaku aniaya atau zhalim adalah buah dari ketiadaan iman pada ilmu yang ada.

Diantara akibat buruk ilmu tanpa iman adalah membodohi orang lain, menolak kebenaran, merendahkan manusia. Ilmu yang seperti ini bukan membuahkan kerendahan hati namun malah membawa kepada sifat sombong.

Kebenaran apapun yang jelas terpampang di depan mata dan sangat logis akan ditolaknya. Karena kebenaran itu tidak datang dari dirinya maka sekuat tenaga akan dibatalkan dengan teori yang lain, atau akan didebat, bahkan ditolak tanpa alasan yang jelas.
Kebenaran yang datang dari otak orang lain akan direndahkan karena beranggapan bahwa otak orang lain tidak ada apa-apanya. Sampai disini ilmu pengetahuan tanpa iman akan merendahkan manusia lain.

Kita telah menyaksikan dalam sejarah, ilmu yang tidak mendapakan sentuhan iman akanmencelakakan diri dan orang lain. Seperti dalam uraian yang lalu bahwa karena takabbur hingga beranggapan bahwa martabat orang lain lebih rendah. Maka memusnahkan manusia-manusia rendahan tidak jadi persoalan berat.

Bom di Hiroshima dan Nagasaki adalah saksi yang berbicara lantang bahwa ilmu tanpa iman akan membuahkan kesengsaraan yang mendalam.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.