Conditio Sine Quanon

Siapa sih yang kagak mau sukses dalam hidup ? Semua manusia pasi ingin sukses. Apapun namanya baik itu kebahagiaan, kesuksesan, keberuntungan, dan lainnya, pasti akan banyak dicari dan diupayakan. Bahagia dan sengsara adalah rumah besarnya. Sedangkan sikap kita adalah jembatannya.

Ilmu, harta, jabatan, dan kehormatan adalah bagian dari anugerah Allah swt. Kebahagiaan dan kesengsaraan adalah cara pandang kita dalam menghadapi dunia. Tidak semua beroleh ilmu, harta, jabatan, dan kehormatan. Namun setiap kita pasti merasakan pernah bahagia dan pernah tidak bahagia. Dengan ini berusahalah jangan sampai kita tidak mendapati kebahagiaan itu. Sikap kita yang berupaya bahagia baik saat kaya ataupun saat papa itu adalah inti kebahagiaan.

Dalam ajaran agama, kebahagiaan itu adalah hidup sejalan dengan ajaran allah swt. Kita lihat Hidup Nabi, ia terlahir miskin. Berarti anugerah melihat ayah dan berada dalam bimbingan dan pengayomannya tidak ia dapatkan, namun ia bahagia karena cara pandang dan sikapnya yang tepat dalam hal ini. Saat menjalankan risalahnya kita tahu bahwa ia dimusuhi bahkan hendak dibunuh. Ini berarti anugerah rasa aman dan damai tidak ia dapatkan. Namun berarti ia tidak bahagia, karena sikapnya yang tepat dalam memandang ketidak beruntungan membuatnya malah sanggup menebar senyum dan membangkitkan semangat. Rasulullah juga berperang. Dan kita tahu perang itu seperti apa. Namun jangan sangka Rasul tidak bahagia. Ia justru sangat bahagia. Sikap dan pandangannya yang positif membuat nya mampu melaju kecang menebar Rahmat ke seluruh alam.
Dari orang-orang besar kita belajar. Bahwa di sana ada Conditio Sine Quanon - rumus yang tidak bisa digugat. Untuk sukses kita harus menjalankan sikap mental yang sama dengan yang pernah mereka lakukan. Misalnya Konsisten, komitmen, tanggung jawab, dan diawali dengan beriman dan yakin.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.