Berteduh di Balik Bayangan Gunung Raung

Semoga Tuhan melimpahkan karunianya kepadamu dan kepada kami semua. Kokohnya Gunung Raung menjadi insirasi bahwa kami para pemuda indonesia harus teguh bagaikan gunung. Tak goyah meski dihantam badai.

gunung raung dikabarkan mengeluarkan suara yang terdengar sampai jarak 20 KM. Suara yang menakutkan bagi orang yang mendengarnya. Manusia dibuatnya kecut dan cepat berlari sambil tak henti berucap takbir mengagungkan sang maha pencipta.

Dahulu anak-anak manusia menaiki punggung dan tubuh besarmu. Mereka menjadikanmu sebagai menara yang nyaman untuk dijadikan tempat melihat dunia yang terhampar. Namun setelah engkau meraung umat manusia yang ada di sekitarmu mulai mewaspadai tingkahmu.

Gunung Raung, engkau adalah makhluk Tuhan yang maha kuasa. Tingkah lakumu berdasarkan ilmuNya. Kekuatan besar yang engkau simpan di dalam perutmu adalah pemberian dan titipanNya, maka kami akan memohon kepada Tuhan yang menguasai kamu dan kami untuk memberikan keamanan dan kedamaian bagi kamu dan kami.

Kami meyakini bahwa kamu bercakap-cakap dengan Tuhan kita, dan mungkin engkau mengeluhkan kelakuan kami yang tidak baik. Mungkin kamu bosan dan serasa ingin menimpakan tubuhmu kepada kami karena keburukan perangai kami. Namun kami bermohon kepada Tuhan yang menguasai kamu dan kami untuk memberikan petunjuk dan jalan agar kami selalu hidup di jalanNya yang benar.

Jika engkau meraung untuk memangunkan kami yang sedang tertidur dalam kelalaian, bila engkau menegur kami atas perintah Tuhan kita, maka kami ucapkan terima kasih dan hanya kepada Tuhan kami harus menghaturkan syukur.

Mak tenanglah engkau, jadilah tempat berteduh yang aman bagi kami, bayanganmu yang luas dulu menjadi tempat kami mendinginkan tubuh setelah seharian kami bekerja dibawah teriknya mentari, dan dari balik tubuhmu kami menghitung bintang dan mengintip pelangi, maka teruslah seperti itu.

Ya allah Gunung Raung hanyalah makhlukMU...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.