Bagaimana Cara Puasa Ramadhan Bagi Wanita Hamil


Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang lima. Yaitu membaca dua kalimah syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membayar zakat, berpuasa pada Bulan Ramadhan, dan Naik haji. Semua Rukun ini memiliki tatacara, syarat, rukun, sunnah, kaidah dan kaifiyat masing-masing.

Puasa Ramadhan sebagai ibadah pokok dalam islam telah dijelaskan hal ihwalnya oleh Rasulullah saw. Para ulama kemudian menjelaskan kembali dengan menyusun kaidah-kaidah dan penjelasan-penjelasan berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan Al-Hadits.
Diantara Syarat sah berpuasa Ramadhan adalah beragama islam. Siapapun boleh berpuasa dan dengan gaya yang berbeda-beda. Namun ibadah puasa yang sah yang akan dibalas oleh Allah adalah puasa yang berdasarkan kaidah ajaran Allah. Dengan ini maka Allah kemudian Rasul_nya telah menjelaskan kriteria puasa yang akan diterima Allah SWT.

Maka dengan ini puasa ini diwajibkan kepada orang-orang yang beriman. Dan tanda bahwa ia benar-benar beriman adalah berislam. Tidak dikatakan beriman apabila seseorang tidak mau beragama Islam. Sedangkan orang yang mengaku beragama Islam tidak dikatakan kafir sebelum ia mengaku atau terbukti berdasarkan argumentasi yang jelas bahwa ia benar-benar seorang yang tidak beriman. Maka dengan ini sekedar mengakui bahwa ada pencipta alam semesta, atau mempercayai bahwa puasa adalah perintah Tuhan, namun pada saat yang sama ia tidak berani mengakui atau enggan masuk Islam padahal dalam keadaan aman, maka itu puasa yang dilakukannya tida sah.

Bagi kaum muslimin, laki-laki dan perempuan wajib berpuasa Ramadhan. Ini hukum asal. Maka termasuk cakupan hukum ini adalah wanita hami. Ia wajib berpuasa Ramadhan. Namun tentu Allah mengatur selanjutnya kaifiat bagi wanita yang sedang dalam keadaan hamil.

Hukum Berpuasa Ramadhan bagi Wanita Hamil

Telah diketengahkan di atas bahwa wanita hamil yang muslimah wajib melaksanakan puasa Ramadhan. namun bila ia mengkhawatirkan keadaan dirinya maka hendaklah ia berbuka dan mengganti puasanya sebanyak hari hari yang ditnggalkannya pada hari-hari di luar Ramadhan.

Kemudian bila ia mencemaskan keadaan bayi yang ia kandung sementara ia sanggup berpuasa, maka hendaklah ia berbuka dan mengqadhanya pada hari-hari lain di bulan Ramadhan sebanyak hari-hari yang ditinggalkannya, kemudian ia wajib membayar fidyah sebanyak hari yang ditinggalkannya. Ia wajib memberikan makanan kepada orang miskin sebanyak jumlah hari yang ditinggalkannya.

Keadaan ketiga adalah bila ia mengkhawatirkan dirinya dalam sisi hukum sama dengan hukum keadaan yang kedua. Tentunya ini ada perbedaan pendapat, namun kami mengambil jalan yang ini.

Penting untuk memeriksakan Kesehatan Ibu Hamil

Bagi wanita yang sedang mengalami kehamilan maka biala ia hendak berpuasa maka ia harus memeriksakan dirinya terlebih dahulu. Kalaupun tidak ia pergi ke dokter maka ia wajib merasakan benar-benar sehat.

Para ahli telah melakukan riset yang diantaranya menyebutkan bahwa puas itu banyak sekali faedahnya dari sisi kesehatan. Dan begitu pula ada riset yang mengatakan bahwa puasa berat tubuh bayi baru lahir tidak dipengaruhi oleh kondisi berpuasa atau tidak berpuasanya sang ibu ketika hamil, begitu pula dengan IQ sang bayi. (Sumber:bidanku.com).

Bila telah yakin dengan baiknya kesehatan maka wanita hamil boleh melakukan puasa. Kemudian ada tips-tips khusus bagi para wanita hamil dalam menjalankan puasanya;

Tips #1
Makan sahur. Ini janganlah mlas dan jangan terlewat. Selain sahur itu berkah juga ada banyak manfaat lain yan bisa kita petik. Hendaklah makanan yang disajikan memenuhi kriteria makan sehat dan bergizi. Hendaklah juga para ibu makan dengan cukup.

Tips #2
Minumlah air putih yang banyak. Sebaiknya ini dicicil jadi sesaat setelah kita bangun dari tidur maka kita minum beberapa teguk dan begitu seterusnya. Hal ini agar stamina tubuh kita seimbang dan tidak kekurangan cairan.

Tips #3
Saat berpuasa hendaklah berusaha untuk menghindarkan diri dari pikiran-pikiran yang membuat hati menjadi kesal dan jengel. Mak perbanyaklah dzikir-dzikir yang mudah dilakukan sambil kita beraktifitas.

Tips #4
Sebisa mungkin ibu hamil harus banyak mengambil jeda untuk beristirahat. Harus tetap bergerak namun tidak menghentak dan tidak terlalu berat. Lalu sinar mentari sangat baik saat pagi hari dan lekaslah berteduh bila kita sedang berada di ruang terbuka dalam keadaan panas.

Tips #5
Bila sampai kita saat maghrib, kita segera berbuka tentunya dengan yang manis-manis. jangan lupa minum dan makan dicicil sedikit-sedikit terlebih dahulu. Makanlah makanan-makanan yang ringan sebelum makanan-makanan yang berat.

Tips#6
Bila hendaka kita bertarawih maka kita sebaiknya mencari masjid yang melaksanaan tarawih dengan tidak terlau cepat. Dan selama masa kehamilan sangat baik bila kita sering membaca Al-Qur'an.

TIps #7
Bila hendak tidu minumlah terlebih dahulu dan kemudian berwudhu, shalat, dan berdo'a.

Demikianlah, semoga Allah memberi kita kekuatan dalam melaksanakan ibadah Puasa dengan sebaik-baiknya. Semoga ia berkenan menerima amal ibadah kita. amin ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.