Abnormal Return Moralitas: Catatan Jum'at Kang Aip

Dalam dunia Ekonomi kita sering mendengar istilah ini. Selisih antara keuntngan sebenarnya dengan keuntungan yang diharapkan. Meskipun ada tiga posisi yang akan terjadi namaun istilah ini konotasinya negatif. Saat jumlah keuntungan real lebih sedikit dari jumlah keuntungan yang diharapkan. Begitu arti sempitnya.

Sebenarnya mengenai harapan banyak sudah wejangan dari para sesepuh kita. Penelaahan tentu sering kita lakukan. Dalam tataran praktik kita sudah menerapkannya dengan baik. Kita dididik unti berani bercita-cita tinggi. Harapan yang disusun pada pondasi kerja yang baik merupakan bentuk bentuk semangat yang tidak akan runtuh dengan godaan. Maka kita berusaha agar harapan tidak padam dan kita berupaya agar sinarnya tidak hilang.


Sebagai anak manusia kita diajari agar tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang terjadi di depan. Prediksi dan spekulasi berusaha kita isi dengan sebisa mungkin daya nalar kita. Kita harus gesit melangkah dengan yakin dan yakin bahwa rencana akan berhasil.

Oh ya, pernah juga saya mendengar istilah asing yang lumayan keren, yaitu Das Sein Das Sollen. Teringat judul di atas saya jadi terpikir istilah ini. Istilah ini populer dalam dunia hukum dan organisasi.

Dalam tataran normatif dan perencanaan kita harus menetapkan standar yang tinggi. Dengan ini diharapkan kita bisa meningkatkan etos kerja kita untuk mengejar target itu. Jadinya kita berharip yang terbaik dan sekaligus berani menghadapi hal yang terburuk.

Dari sini -maaf ini bahasan gado-gado dan bala-bala; saya jadi ingat tentang pentingnya niat baik yang tertanam dalam dada. Niat dapat diartikan sebagai komitmen kuat untuk melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu. Agama tentunya membingkai semuanya dalam rangka ibadah.

Disini adalah pentingnya niat. Meskipun kita beramal belum juga mencapai target namauan setidaknya kita terus melaju dan menyusun rencana kembali. Dengan pengawasan dan evaluasi dan sanksi yang tegas maka insya Allah kita akan surplus dalam hitungan Allah swt dan kita jangan 'ujub atas diri. Kita hanya wajib bersyukur atas karunia Allah yang telah memberi kemampuan dan kesempatan kepada kita untuk beribadah kepada-Nya.

Kita lihat sekarang ke dunia Pendidikan. Dunia pendidikan kita sekarang terus diupayakan mencapai kualitas yang baik. Bagi saya sebagai guru semua pranata, fasilitas, sarana, peraturan, kurikulum, kajian, dan banyak lagi yang lain sudah sangat baik. Kurikulum yang berusaha menerapkan karakter sebagai intinya lebih diperjelas. Lalu kenapa out put pendidikan kita masih begini? banyak hal yang dapat kita sodorkan dalam menjawabnya. Yang jelas jangan berhenti dan jangan putus asa.

Kemudian dalam bidang politik kita sering mendengar adanya politik bersih bebas korupsi dan sangat menekankan aspek moralitas. Itu sangat bagus. Bila di lapangan masih juga belum ada hasilnya berarti kita masih harus terus berjuang. Dan sekarang kita harus menentukan landasan pikir yang baik agar target kita dapat tercapai.

Semoga kita diberikan petunjuk oleh Allah swt.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.