I am not Surprised, ah ... teu Aneh

Bila muncul paham-paham yang menyimpang dari Islam itu tidak aneh. Dari dahulu juga pernah ada. Di mulai dari hidupnya Iblis yang menyimpang dari perintah Allah hingga pembunuhan anak manusia pertama itu sudah ada. Dari yang mengaku tuhan sampai yang menklaim dirinya kuasa memberi hidup dan mati. Dari yang meyakini ada manusia titisan tuhan hingga manusia menjadi tuhan sudah ada juga. Dari manusia yang mengaku paling mulia hingga manusia yang tidak mengakui manusia lain sebagai mausia.

sudah banyk contoh dan itu tidak heran. Kalau dahulu ada yang berkeyakinan bahwa manusia hanya boleh tunduk dan bertuhankan dirinya sekarang pun ada yang melarang amanusia lain untuk berkawan dengan manusia selain dirinya.


Bila zaman Imam Ali ada yang mengkafirkan sesama muslim maka sekarang pun ada. Dengan mudahnya mereka meletakan cap kafir kepada sesama saudara yang ruku dan sujud kepada tuhan yang sama. Mereka bahkan menghunuskan senjata dan mengacungkan pistol kepada saudaranya sendiri bahkan menganngp muslim yang tidak sepaham dengannya lebih busuk dari pada non muslim.

Bila dahulu ada yang meragukan syahadat dan keimanan seorang muslim yang tidak bersyahadat dihadapannya maka sekarang pun ada yang demikian. Ia mencap murtad kepada yang tidak sepaham dengannya. Ia tidak peduli apakah orang yang ia tuduh sebagai murtadin itu gurunya dahulu yang pernah mengajarkannya a ba ta tsa atu bahkan orang tuanya.

Bila dahulu ada orang yang hanya menganngap muslim itu hanya kepada orang-orang yang satu paham dan satu perguuan dengannya maka sekarang pun banyak yang seperti itu. Bila dahulu ada orang yang mengambil buah-buahan yang menjorok ke halamannya padahal dari pohon milik tetangganya, dan menyatakan itu halal karena semua milik Allah dan karena telah melampaui batas tanahnya, maa sekarang pun banyak.

Bila dahulu ada orang ang menentukan derajat kebenaran itu berdasarkan ilham, wejangan, dan kabr dari gurunya semata, maka sekarang pun banyak, ia tidak memperdulikan pendapat dari buah pikiranulama dan orang lain di luar kelompoknya.

Bila dahulu ada yang mencuci bersih bekas tempat duduk oerang-orang selain kelompoknya karena dianggap najis mughalazhah yang setara dengan najis anjing dan babi, maka sekarang pun ada.

Aku Kagak heran

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.