Untuk Anakmu Engkau Begitu

" .... Rajab ayeuna mah teu bisa puasa ... "
itu adalah perkataan ibuku yang menyentak jiwaku. Mendengar kata-katanya saya menjadi terdiam dan di hatiku meratap. Ibuku tidak bisa puasa di bulan Rajab karena kecapean karena banyak pekerjaan di sawah. Setiap hari mereka berdua masih harus menggarap sawah milik orang lain.

Sementara hati masih remuk. Aku pikir saya bersedih karena belum bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Hari-hari ini menjadi tambah semangat hanya dengan motivasi beribadah kepad Allah kemudian berbakti kepad orang tuaku.



Bapakku pun demikian. Setiap hari bersama ibu ia pergi ke sawah. Stiap hari ia berjalan menyusuri pinggiran kampung. Terkadang beban berat masih ia pundak. Badannya yang mulai ringkih dan kekuatannya yang melemah tidak menyurutkan langkahnya untuk menanam padi dan merawatnya.

Kemarin saya berbahagia karena diminta mengantarkan pupuk ke sawah. Melalui jalan raya kemudian belok kanan melalui tanah yang becek. Setelah dua kali barulah pupuk semua bisa diangkut. Ternyata ayahku sudah memindahkan karung-karung pupuk ke sawah tujuan. Saya mencoba ternyata berat. Bapakku setiap hari begini. Saya baru satu kali saja sudah tak mampu. Ya Allah ...

Untuk Anakmu Engkau Begitu

Kasih orang tua adalah sepanjang hayat. Begitu kenyataannya. Meskipun anak-anaknya sudah pada mapan dan mampu menghidupi dirinya sendiri. Namun kenyataannya para orang tua tidak ada yang mau bergantung kepada anaknya. Mereka akan menjalani hidup seperti biasa merek hidup sebelumnya. Ia akan menolak secara halus permintaan anaknya yang meminta agar mereka tinggal saja di rumah tidak usah kerja. Ya tidak mau merepotkan adalah alasan yang mereka lontarkan. Kehidupan yang dari dulu ia jalankan adalah kesenagannya. Memberi dan memberi adalah hobinya. Menyayangi adalah kekuatannya. Penerimaan kita atas pemberian mereka dengan segala kebiasaannya adalah hadih baginya. Kita bersikap "butuh" kepada mereka membuat mereka menjadi semangat dan berbahagia. Maka jangan menolak pemberian mereka agar hati mereka berbunga-bunga. Karena memberi adalah kebiasaan mereka dari dulu kepada kita. Dan kita sebagai anak harus memahami bahwa mereka lebih senag memberi. Dan jangan melarang mereka melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan semenjak dahulu.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.