Tutug Rangiang: My Most Delicious Breakfast

One can never repay one's debt to one's mother.

Kita pasti hapal dengan peribahasa ini. Bahwa kita sebagai anak tidak akan pernah membalas jasa-jasa ibu. Tidak tidak akan sanggup membayar sewa rahim tempat kita dulu tinggal. Kita tidak akan mampu membayar air susu yang kita mnum. Kita tidak akan sanggup membayar kesakitan dan kelelahannya. Kita tidak akan sanggup membayar kebahagiaannya ats tumbuh kembangnya kita. Kita tidak akan sanggup .... Ya Allah ...

Kita semua mersakannya. Dan semakin ingin memerinci maka semakin banyak pula yang harus kita tulis dengan jutaan makna. Kita harus menuliskannya dengan tinta emas. Kita tidak boleh menghapus tulisan itu. Setidaknya dalam catatan Tuhan harus ada tulisan bahwa kita begitu ingin membahagiakannya.


Mamah Paling Perhatian

Diantara kita sudah banyak yang juga sudah punya putera-puteri bahkan sudah bercucu. diantara kita juga sudah punya pendamping hidup. Kita juga sudah beranjak dewasa dan mampu mengatur diri sendiri. Namun lihatlah bagiman Ibu kita selalu tetap memperhatikan kita. Dari jauh mereka menahan rindu pada kita yang telah merenda kebahagiaan dengan keluarga kita sendiri. Harapannya untuk bertemu dengan kita tidak akan terputus meskipun ia bilang "kangen sama cucu".


Inilah pengalaman saya: Setiap pagi selalu saja ada makanan yang Mamah buat dan disajikan untuk saya. Sederhana tapi memilki pengaruh besar dalam hidup saya. Makanan yang terasa lebih bergizi, lebih berisi, lebih lezat dan lebih mendatangkan tenaga bagi tubuh ini. Itulah masakan yang dibuat langsung oleh tangan Mamah yang penuh kasih.


Tutug Uyah - Tutug Ranginang - Tutug Opak

Ketiga menu Tutug ini adalah variant dari sajian sederhana yang biasa Mamah buat untuk sarapan pagi saya. Pembuatannya sangat mudah, tinggal mencampur Ranginang atau opak yang sudah dihaluskan di cobek dengan nasi. Bumbunya adalah garam, cabai dan kencur. Atau hanya tutug garam. Yang ini lebih mudah, kita tinggal mencampur nasi yang baru kita angkat lalu "diakeul" (dikipasi dan dibolak-bali) setelah itu diadoni dengan garam.


Tutug Ranginang

Sebelumnya saya ingin sedikit menjelaskan apa itu Ranginang ? Ranginag adalah panganan khas Sunda yang terbuat dari ketan. Bersa ketan yang sudah dibersihkan kemudian dikukus. Setelah itu dikipasi dan ditambah dengan garam dan biasanya ditambah air terasi. Bisa juga kita menambahkan cabai agar terasa pedas. setelah itu dibentuk bulatan bulatan berdiameter 5-7 cm. Lalu dijemur sampai kering.


Ranginang yang sudah kering kemudian digoreng. Siapkan bumbu, garam, cabai dan kencur. Ulek semua bahan. Lalu ulek juga goreng Ranginang sesuai kebutuhan. setelah halus tambahkan nasi dan aduk dengan rata. Tutug Ranginag siap disajikan ... Blem Blem

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.