Saudaraku, kita mengetahui bahwa alam raya ini bertasbih kepada Allah bahkan unsur-unsur tubuh manusia ingkar kepada-Nya pun betasbih padanya . Kita juga sadar diri bahwa kita tidak tahu bagaimana cara dan kalimat apa yang disampaikan ketika bertasbih kepada Allah.

Selain bertasbih makhluq-makhluq Allah juga mengadu dan berdo’ sebagaimana dalam qishah Nabi Sulaiman dan Nabi Muhammad. Ada juga yang nanti akan bersaksi atas perbuatan tangan kita. Ada juga yang mendakwa kita atas perbuatan lancing yang kita perbuat. Ada juga yang menyeru manusia dengan seruan kebaikan seperti siang dan malam.


Diantara makhluq Allah yang menyeru kita dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh iman adalah seruan-seruan bumi kepada manusia yang berada di atasnya, ia memanggil namun kita tidak mendengar panggilannya, ia menyeru namun kita sedikitpun tidak merasa ada yang menyeru.

Ini adalah yang dijelaskan oleh Anas Bin Malik Pembantu Rasulullah, Ia berkata;
Sesungguhnya Bumi menyeru para penghununya dengan sepuluh kalimat;
Pertama,

“Hai anak Adam, engkau berjalan di atas punggungku dan tempat kembalimu adalah perutku.”
Kedua,
“Engkau bermaksiat di atas punggungku, maka engakau akan diadzab di perutku.”
Ketiga,
“Engkau tertawa di atas punggungku, maka engkau akan menagis di dalam perutku.”
Keempat,
“Engkau berbahagia di atas punggungku, maka engkau akan bersedih di dalam perutku.”
Kelima,
“Engkau mengumpulkan harta di atas punggungku, maka engkau akan menyesal di dalam perutku.”
Keenam,
“Engkau makan yang haram di atas punggungku, maka nanti belatung akan memakanmu di dalam perutku.”
Ketujuh,
“Engkau menyombongkan diri di atas punggungku, maka nanti engkau akan dihinakan di dalam perutku.”
Kedelapan,
“Engkau berjalan dengan sombong di atas punggungku, maka engkau akan turun ke perutku dengan bersedih.”
Kesembilan,
Engkau berjalan dibawah sinar mentari, bulan, dan lampu di atas punggungku, maka nanti engkau akan melalaui kegelapan di dalam perutku.”
Kesepuluh,
“Engkau berjalan menuju tempat-tempat perkumpulan di atas punggungku, dan nanti engkau akan berjalan sendirian di dalam perutku.”
Nah demikianlah yang harus kita renungkan. Janganlah sampai kita termasuk orang-orang yang disindir atau termasuk yang terancam oleh ancaman bumi yang tersebut tadi. Adapun teks Bahasa Arab dari Nashihat di atas adalah;

قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: إِنَّ الأَرْضَ تُنَادِيْ كُلَّ يَوْمٍ بِعَشْرِ كَلِمَاتٍ وَتَقُوْلُ:
يَابْنَ آدَمَ تَسْعَى عَلَى ظَهْرِيْ وَمَصِيْرُكَ فِيْ بَطْنِيْ.
وَتَعْصِيْ عَلَى ظَهْرِيْ وَتُعَذَّبُ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَضْحَكُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَبْكِيْ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَفْرَحُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَحْزَنُ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَجْمَعُ الْمَالَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَنْدَمُ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَأْكُلُ الْحَرَامَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَأْكُلُكَ الدِّيْدَانُ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَخْتَالُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَذَلُّ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَمْشِيْ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ حَزِيْنًا فِيْ بَطْنِيْ
وَتَمْشِيْ فِيْ نُوْرِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالسِّرَاجِ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ فِي الظُّلُمَاتِ فِيْ بَطْنِيْ
وَتَمْشِيْ عَلَى الْمَجَامِعِ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ وَحِيْدً فِيْ بَطْنِيْ.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.