Rebo Nyunda bersama Bapak Kepala Madrasah Al-Holiliyah Cidaun

Telah kita ketahui bersama bahwa budaya Sunda yang sangat luhur telah banyak dilupakan oleh orang Sunda sendiri. Banyak yang mengaku orang Sunda tapi dari sisi bahasa sudah tidak mencerminkan lagi orang Sunda.

Bila saya sedang menyaksikan acara serah terima dalam rangkaian acara akad nikah orang Sunda biasanya ada kata-kata yang kurang bisa difahami oleh kebanayakan orang sunda. Lebih-lebih generasi muda yang baru 20 tahunan. Sebenarnya para tetua yang sudah menginjak 40 tahun dan sejak lama tinggal di daerah Sunda.

Maka beberapa bulan di tahun 2015 ini sudah dimulai gerakan Rebo Nyunda. Maksudnya untuk memperkenalkan budaya Sunda dan untuk lebih mempertahankan ciri Sundanya.

Rebo Nyunda di Lingkungan Mas Al-Holiliyah Cidaun

Gerakan Rebo Nyunda ini telah diikuti dan ikut berpartisipasi pula para Kepala sekolah dan para guru dan tidak ketinggalan pula para siswanya. Saat ini baju kampret hideung sareng calana pangsi sudah jamak terlihat dihiasi dengan iket barangbang semplak dan pin kujang.

Ini adalah video Bapak Kepala Madrasah MAS Al-Holiliyah Cidaun yang sedang mempraktikan jurus-jurus maen Po dengan tepak dua.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.