One Man's Food is Another Man's Poisen ... Hikmah dari Terapis

Itu adalah peribahasa yang saya hapal. Sangat spesial bagi saya karena mendadak ingat kembali akan peribahasa ini sejak saya sakit. Memang banyak juga ayat Al-Qur'an dan juga Hadits Rasulullah yang mengingatkan manusia terlebih yang beriman agar selalu memperhatikan otak dan isinya, perut dan isinya, hati dan isinya. Semua yang akan diisikan kedalamnya harus halal dan baik.

Apa Hubungannya Makanan dengan Jiwa

literatur modern sudah sangat jelas menggambarkan bahwa ada hubungan erat antara makanan dengan jiwa. Karena pada hakikatnya badan kasar dan badan halus manusia tidak terpisah dan masih ada di alam yang sama dan keduanya makhluk yang sangat berkaitan satu sama lain.



Ada satu istilah yang sangat populer yaitu mensana in conpori sano yang berarti jiwa yang kuat berada pada badann yang sehat. Dan budaya timur menjelaskan bahwa harus jiwanya dahulu yang kuat kemudian tubuh akan menopang. Dengan ini faktor jiwa itu sangat menentukan. Pantas saja ketika ada amalan badan yang harus dilakukan maka amalan hatinya pun sejak awal harus dibenahi.

Dari fakta ini maka badan dapat mempengaruhi jiwa. Namun jiwa adalah memilki tingkatan lebih dari pengaruh badan terhadap jiwa. Maka dari ini menempatkan dan memperhatikan tumbuh kembang keduanya adlah dianjurkan. Pantas saja Rasulullah mengajarkan bahwa seiap orang tua harus mengajarkan anaknya memanah, naik kuda, dan berenang. Tentunya petunjuk Rasulullah ini bukan hanya olah badan tapi juga olah jiwa. Karena jiwa yang beriman akan mudah menggerakan badan yang ringkih sekalipun untuk tunduk menghamba.

Jagalah Makanan

Menjaga dan memelihara tubuh dan jiwa adalah kewajiban. Sebentuk rasa syukur dengan ungkapan yang paling jelas. Allah telah memberi banyak dan makhluk layak untuk melantunkan terima kasih dengan sepenuh kesejatian dirinya.

Pepatah dalam bahasa Inggris di atas sangat mengena. Kita tahu bahwa bumi dan segala isinya telah ditundukan oleh Allah untuk manusia. Manusia harus menggunakannya untuk bekal ibadah kepada Allah swt berdasarkan petunjuknya.

Dalam petunjuk itu ada yang boleh ada yang tidak boleh. Diantara bagian dari petunjuk itu adalah tentang makanan. Terbentang paparan yang memuaskan akal dan hati serta penafsiran yang mencerahkan sehingga kepala manggut-manggut tanda faham dan mengerti. Termaktub bahwa Allah memerintahkan untuk memakan makanan yang halal dan baik.

Ada yang jelas diharamkandan ada yang tidak disebutkan haram atau tidaknya. Para ilmuwan bertugas untuk mengindikasikannya dengan beberapa kriteria pemahanan. Diantaranya kita dilarang memakan makanan yang membahayakan kesehatan bila kita konsumsi meskipun bagi orang lain tidak apa-apa dimakan.

Maka dari sini kita sadar diri, mungkin ada makan yang bagi kita itu baik namun bagi orang lain itu racun yang mematikan. Atau sebaliknya bagi orang lain itu makanan yang sangat baik bagi tubuhnya dan bagi kita berbahaya.

Setelah para ahli mengidentifikasi makanan yang tidak boleh kita konsumsi namin masih juga kita keukeuh mengknsumsinya maka kita telah melanggar ajaran agama yang pasti. Misalnya sekarang ini saya tidak boleh minum susu sapi, makan mie dan telur, bila saya memaksakan maka saya telah menzhalimi diri sendiri karena tidak mengamalkan petunjuk orang ahli pengobatan yang lebih tahu ilmu tentang ini.

Ya Allah Anta Syaafi ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.