MENSYUKURI KEMERDEKAAN

Bersyukur adalah kebutuhan kita semua. Bersyukur harus mendarah daging dalam hati kita. Dalam literatur internasional dikatakan bahwa bersyukur bermakna “menyingkap”. Dapatlah kita mengambil pelajaran bahwa kita harus membuka dan menggali potensi yang telah sang Maha Kuasa berikan kepada kita. Dalam konteks individu, kita harus mencari dan meneliti keajaiban yang Allah tempatkan pada diri kita, munculkan dan jangan ditutup-tutupi.

Dalam konteks Negara, kita harus mencari dan menggali lalu mengembangkan potensi yang ada pada Negara kita. Ingatlah ada satu kalimat magis yang sering kita dengar bahwa bersyukur mendatangkan kemakmuran. Memang benar karena dari bersyukur kita memiliki manfaat yang sangat banyak.

Masyarakat yang bersyukur pasti akan memiliki kelapangan hati. Kelapangan hati ini adalah syarat utama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan syarat adanya kesejahteraan dalam suatu Negara. Lebih-lebih, aktifitas bersyukur adalah berdasarkan pada amalan hati yang bahagia dengan nikmat yang ada. Kita akan mendapati manusia yang pandai bersyukur adalah manusia yang telaten, giat, dan tekun serta memiliki etos kerja yang tinggi. Kemakmuran yang didapat nanti adalah kemakmuran yang diberkati, karena orang yang bersyukur adalah orang yang akan menggunakan kenikmatan yang ada sesuai dengan peruntukannya yang sejati Masyarakat yang bersyukur adalah masyarakat yang dinamis. Karena ingin mencurahkan seluruh daya dan potensi untuk dipergunakan pada semaksimal mungkin memenuhi makna bersyukur itu.

Masyarakat yang bersyukur adalah masyarakat yang damai. Tidak merasa iri hati dengan kenikmatan yang diperoleh oleh orang lain. Masyarakat yang tidak rakus. Masyarakat yang tidak pelit. Masyarakat yang tidak sombong. Mereka selalu sadar bahwa semua keburukan yang dilakukan adalah mencederai syukur yang mereka jaga selama ini.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.