Lagi Sumpek nih ... Apa yang Harus dilakukan ?
Bismillahirrahmanirrahim ...

Saya memulai tulisan dengan kalimat yang diberkahi ini.
Maklum lah, hati saya ini lagi sumpek banget, badan lelah pikiran mumet, otak dan hati seakan macet tidak mau berjalan mencari solusi. Namun begitu saya membaca kalimat ini, atas izin Allah, hati dan pikiran saya menjadi tercerahkan.

Sebaris kata bismillahirrahmanirrahim mampu menghantarkan hati yang gersang menjadi subur, sehingga sangat baik sebagai media bercocok tanam keimanan dan keislaman dan keihsanan. Saya selalu menyadari dan menghayati perintah dan anjuran serta peringatan dari Rasulullah tentang kalimat ini. Beliau bersabda dengan penuh yakin seraya memberikan bimbingan:
"Kullu Amrin dzi Baalin laa yubda-u bibismillahi fahuwa abtar"
Setiap amal yang tidak dimulai dengan Bismillah maka amalnya tidak diberkahi.
Menilik kata Barakah yang ada dalam ucapan bismillahirrahmanirrahim ini maka kita kutip tulisanSalim A. Fillah:
"Makna dari Barakah" menurut Dr. Nashir Ibn 'Abdirrahman Al-Juda'i dalam Tabarruk Anwa'uha Waahkamuhu,"adalah Ats-tsubut (tetap) dan al-luzum (terus melekat)."
Di baris yang lain Beliau menuli,
"Jika bunga yang wangi dan buah yang manis itu berjumpa hati yang lembut, sampailah kita ke makna ketiga dari Berkah yaitu as-saaadah. Kita sering menerjemahkannya dengan 'kebahagiaan'. Tapi dalam kamus Lisanul 'Arab diterakan, jika ada yang mengatakan, 'As'adallahul 'abda wa sa'adah", maka maknanya adalah, "Allah memberi taufiknya kepada sang hamba untuk melaksanakan amal yang diridhai-Nya, karena itula ia beroleh kebahagiaan". Maka Berkah ialah ketaatan, atas karunia bimbingan Allah dalam melaksanakan apa yang diridhai-Nya.

Ternyata setelah dibedah lebih dalam saya jadi ingat dahulu kala saya sering menghadiri seminar-seminar motivasi yang selalu saja menghadirkan kata-kata hidup bahagia, trik dan tips menjadi orang yang paling bahagia, dsb, sekarang kata-kata itu adalah absurd karena tidak berpijak dari pandangan mana kita memandang. Shadaqallahul' 'Adzim, maha benar Allah ketika menurunkan Al-Qur'an dan mengutus para Nabi untuk menjelaskan, sungguh saya tersadar bahwa keberkahan dulu yang harusnya dicari, karena kebahagiaan itu ada dalam berkahnya. Maka semakin kita tahu akan makna hidup, maka kita akan lebih hati-hati dan selalu waspada agar tidak jauh dari jalan taufiq dan hidayah Allah.

Bila saya lagi sumpek-sumpeknya maka saya akan renungi dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kalimat yang diberkahi, karena didalamnya ada untaian harapan dan permohonan, Lafadz Allah adalah sebuah nama bagi dzat yang memiliki sifat maha sempurna yang bila disebut-sebut oleh orang yang berdo'a maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Kata Ar-rahman yang bermakna kasih yang luas untuk setiap makhluk yang ada di dunia sangat membuat hati berbunga-bunga, kita sadar bahwa kasih nya maha luas, wasi'at rahmatullahi 'ala kulli syai-in, Rahmat Allah meliputi seluruh makluk. Lafad Ar-Rahim bermakna kekhususan kasih bagi orang-orang yang diberkahi hingga bahagia masuk sorganya yang diliputi kebahagiaan, tiada lelah dan mati, tiada keringat dan kotoran, abadi tak terkira dan tak terbayangkan.

Hati akan berbunga bunga dengan merenungi dan mengucapkan kalima yang diberkahi, menghilangkan rasa putus asa, menumbuhkan harapan, membangkitkan semangat berkorban dan berjuang, menyemai benih-benih taqwa di setiap tempat dan waktu.

Allah pun berfirman, Iqra' bismirabbik, sungguh kalimat yang menggetarkan kalbu, betapa tidak, Beliau menyuruh kita membaca seluruh ilmu, menguak misteri, membuka kunci-kunci dunia, khazanah bumi dan isinya, laci-laci langit dan semesta, kantong-kantong ilmu dan pengetahuan, semuanya harus atas nama Tuhan-mu yang menciptakan dan memberi rezeki, yang mengatur dan memaksa makhluk sehingga tidak dapat lari dan lepas dari pengawasan dan ilmunya. Maka Iqra Bismirabbik akan menguatkan, menyuburkan, menumbuhkan semangat juang dan semangat berkorban meraih Ridho-Nya yang penuh keberkahan.Ridho Allah adalah berkah-Nya.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.