Ketika Nabi memerdekakan Makkah

Hingar binger memeriahkan HUT Kemerdekaan Negara kita telah kita saksikan. Begitu meriah dan gegap gempita dan penuh kesenangan. Semua sisi negeri seolah bernyanyi. Semua benda dan alat music mendadak berbunyi. Benda-benda yang sejatinya bukan alat music mendadak menjadi alat music. Sementara hampir semua orang menjadi lebih kreatif dalam membuat hal baru yang akan ditampilkan. Pakaian adat yang telah lama sudah tidak dipakai dan tidak ada anak muda yang merasa bangga dengan memakai pakaian adat negerinya, serta merta banyak dicari-cari orang. Semua tampilan aneh pun terkadang tampil mewarnai perayaan HUT RI kita ini.

Semua orang pantas berbahagia dengan kemerdekaan yang dinikmatinya sekarang. Dan teramat sangat tidak pantas bila seseorang tidak merasa bahagia dengan kemerdekaan yang dia punya. Namun kita juga perlu menelisik cara kita berbahagia dalam merayakan kemerdekaan yang dirasakan. Ketika nabi membuka kota Makkah dengan membawa kedamaian. Sebelum memasuki kota Makkah, Beliau berpesan agar jangan sampai ada darah yang tertumpah. Maka terbukalah kota Makkah dengan damai dan sentosa. Kota Makkah telah merdeka dari cengkeraman tuhan-tuhan palsu. Nabi sangat berbahagia, bangga dan terharu, menetes lah air mata dari sudut matanya yang agung. Para sahabat tertunduk mengucap syukur dengan atas kemenangan dan karunia Allah SWT. Semua penduduk semakin mencintai sosok pembebas kota Makkah ini, karena beliau begitu agung seperti yang tersiar dari kabar yang terdengar selama ini. Beliau tidak pendendam, bahkan membebaskan para penduduk Makkah dengan senyum penuh cinta. Allah menyapa beliau dengan peringatan untuk selalu menyucikan asma-Nya yang Agung dan selalu beristighfar mohon ampun padanya. Tasbih dan Istighfar Dua kalimat ini adalah dua kalimat yang selalu dilantunkan Nabi disamping ribuan ungkapan munajat Beliau kepada Allah.

Kita bisa mengambil pelajaran bahwa ketika berjuang hati harus suci, dan ketikja perjuangan telah mencapi hasil maka setiap insan yang punya andil hendaklah tidak merasa paling berjasa, tetapkanlah selalu kesucian hati, dan bertasbihlah mensucikan asma Allah SWT. Lalu beristghfarlah, Karena kita sadar, sebesar apapun andil kita tetap saja banya kekurangan, dan selam kita berjuang pasti ada hal yang kurang pas sehingga menyakiti kawan seperjuangan, atau bahkan meski kita bermaksud baik namun sering kali kita salah melangkah dalam mencapai tujuan itu. Maka dari peri hidup manusia agung ini kita bisa bercermin, bahwa bahagia itu tidak harus berjoged, bernyanyi, dan tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang oleh yang maha kuasa. Bila tidak ingin kenikmatan ini dicabut maka sesuaikanlah bersikap dalam mengisi kemerdekaan ini.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.