Jangan Jadi “ISIS”

Sejak setahun belakangan ini gerakan ISIS di Irak dan Suriah yang bersenjata dan mengangkat seorang pemimpin, Abdurrahman Al-Baghdadi. Dengan serangkaian doktrin dan ideology yang mengatasnamakan Islam. Dengan Kondisi Negara-negara teluk itu yang sedang porak-poranda dengan faksi-faksi militer yang saling bertolak belakang semakin menambah runyam permasalahan di negeri yang penuh berkah ini.

Akronim

Namun tulisan ini tidak akan panjang lebar membahas ISIS di Suriah dan Irak itu, saya hanya akan membahas ISIS yang ada di Indonesia saja. Isis yang ada di Indonesia ini adalah gerakan yang lebih berbahaya dari ISIS yang di tanah Syam itu.
Yang kami maksud dengan gerakan ISIS Indonesia adalah gerakan “Ikut Sana Ikut Sini”. Gerakan yang tidak bisa mengenali jati dirinya apakah dia cicak ataukah buaya, ayamkah dia ataukah rajawali.

Gerakan ISIS ini bagaikan Bunglon yang akan berubah warna untuk mengelabui dan cari untung sendiri. Dia bisa memakan mangsa melalui cara kamuflase dan manipulasi. Bahkan bagi ISIS yang bunglon ini berubah bentuk dan warna serta symbol adalah merupakan atraksi yang dapat menarik decak kagum dan tepuk tangan serta keuntungan yang sangat melimpah.

Gerakan ISIS ini juga merupakan tanda kekerdilan jiwa, titik extremenya antara minderan, kagetan, angkuh dan sombong. Dua titik yang saling berlawanan yang merupakan alamat dari terpecahnya kepribadian. Sehingga ini menimbulkan rasa tidak percaya akan Tuhan yang rendah. Keimanan yang rendah akan merembet dengan turunnya ‘izzah yang mulia di jiwanya.

ISIS ini mancla-mencle. Ke satu pihak bilangnya ini sementara kepada pihak yang lain bilangnya yang lain lagi. Plintat-plintut tak jelas pendirian dan hipokrit. Bagaikan orang yang menusuk dari belakang, menggunting dalam lipatan, dan oportunis selalu mencari kesempatan dalam kesempitan untuk kepentingan dirinya sendiri.
Pantas saja ada sabda dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa mendekati akhir zaman orang paginya mu’min sorenya kafir, sorenya mu’min paginya kafir. Ini ternyata tanda bahwa dunia akan segera berakhir.

Sebaiknya jangan begitu. Seharusnya ingat kata-kata mutiara bahwa kita harus selalau memperbaharui iman kita yang naik turun ini. Bahkan ada sabda Nabi yang jelas melarang jadi ISI:

لاَ تَكُنْ إِمَّاعَةً

Rasul telah mewanti-wanti agar kita jangan selalu ikut-ikutan tanpa dalil yang jelas. IKut kelompok-kelompok yang tidak jelas asal untungnya banyak. Islam tidak mencontohkan mengejar tujuan baik dengan cara-cara yang tidak baik. Makanya Gaya Robinhood tidak diajarkan dalam Islam.

Maka apalagi para pemuda pelajarilah ilmu sampai filsafat yang terdalam. Begitu tidak pantas Allah yang maha Suci diibadahi tanpa ilmu pengetahuan. Jadilah orang yang teguh pendirian dan jangan lemah semangat, mental, dan fisik.
وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وِلاَ تََعْجِزْ

Memohonllah pertolongan kepada Allah dan janganlah kita lemah. Karena Allah lebih mencintai mu’min yang kuat dari pada mu’min yang lemah meskipun kedua-duanya baik dalam pandangan Allah. Namun yang Kuat lebih dicintai.


logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.