Foto-Foto Syarif Hidayat meminang Wita Kusmiati

Setelah Ashar kami mengulang do'a-do'a yang kami panjatkan. Semoga lancar dan dan mudah. Panjatan do'a-do'a dalam sujud-sujud kami terus kami panjatkan. Karena hanya kepada Allah semata kami harus mengadu dan memohon. Kami yang lemah ini tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bimbingan darinya-Nya. Kami punya maksud baik dan selalu ingin menyayangi.

Untukmu Ayah Bundaku
Kuhaturkan berjuta terima kasih atas jasa-jasamu yang tiada terhingga. Sampai saya dewasa masih terus merepotkanmu. Sampai menjelang pertunangan putera bungsumu ini, bahumu masih menjadi sandaran kokoh saat aku terhuyung dan tak sanggup melangkah sendiri. Saya mohon do'a restu meski saya tidak mampu berkata banyak hanya air mata yang pasti kau tahu kedalaman maknanya.

Untukmu Para Pengantar
Jasamu tidak dapat terbalaskan. Engkau bersedia menemani kami sementara kalian semua masih banyak kesibukan. Di malam hari engkau dengan senang hati keluar rumah untuk menemaniku membuang gerogi dan menguatkan langkah.

Untukmu Bidadariku
Penerimaanmu yang lantang dan tulus sangat membesarkan hatiku. Engkau yang bersedia menerima pinangan dengan penuh baik sangka sungguh anugerah yang tiada terhingga. Engkau sudah tahu akan keberadaanku yang tiada sempurna maka penerimaanku melengkapi hidupku. Semoga langkah menuju pernikahan akan diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT.
































logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.