Di HUT RI 69 Banyak Tampilan Banci diperagakan

Yang saya tahu, kemerdekaan ini adalah berkat rahmat Allah yang maha kuasa. Rahmat-Nya turun menyelimuti Nusantara ini ketika para pahlawan bahu membahu berjuang dengan melaksanakan segenap kepatuhan kepada perintah Allah yang Maha Kuasa. Kemerdekaan ini diperjuangkan dengan kesungguhan dan kerja keras. Pria dan wanita bersungguh-sungguh berjuang dengan sejatinya perjuangan. Saya yakin tidak ada pahlawan yang berbuat dengan sikap banci yang gemulai dan kemayu. Para pahlawan berteriak lantang dan berkata tegas bukan perkataan melou yang mereka ungkapkan. Langkah kaki mereka menandakan ketegasan bukan keangkuhan. Saya yakin mereka tidak berjalan dengan gaya berlunggak-lenggok yang tidak menandakan kesungguhan. Saya yakin nyanyian mereka adalah nyanyian perjuangan yang mengobarkan semangat dan mampu menghancurkan nyanyian kebatilan. Mereka tidak akan larut dalam kesedihan seperti yang terdapat dalam lagu-lagu anak muda sekarang yang hanyut dalam kegalauan. Saya saksikan bahwa lagu-lagu itu tidak mencerminkan semangat anak muda yang sedang mengisi kemerdekaan.

Para pahlawan pasti pernah bersedih, apalagi berada di medan juang yang penuh bahaya. Namun sedikitpun merekan tidak akan menyanyikan lagu yang menghancurkan semangat orang lain yang sedang berjuang bersamanya. Saya yakini bahwa para pahlawan itu tidak bergjoget dan bergoyang karena kegirangan. Merekabahkan siap sedia selalu untuk menghantam musuh yang ingin merampas kemerdekaan. Mereka tidak lupa daratan atasa satu dua kemenangan, lalu berjoged dan bergoyang. Bahkan mereka menilai bahwa prilaku berbahagia yang dapat melengahkan mereka dari tujuan perjuangan adalah kesalahan berat dan wajib dikenakan sangsi untuknya.

Di HUT Kemerdekaan RI sekarang kenapa banyak adegan banci yang dipertontonkan. Kenapa banyak pula pesta yang tidak sesuai dengan makna bersyukur atas kemerdekaan. Kenapa pula banyak anak muda yang mengisi kemerdekaan dengan menyanyikan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan semangat kepemudaan yang energik, pro-aktif, dan positif. Mari bersama membenahi semua ini, saya khawatir Rahmat Allah yang menyelimuti negeri kita akan diambil kembali oleh Allah SWT bila kita terus begini. Takutlah kita bila Nusantara yang permai ini menjadi gersang bagaikan tanah yang terampas dan terabaikan…

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.