Catatan Unik dalam Pertunagan Syarif Hidayat dan Neng Wita Kusmati

Pertama, saya meminang Neng Wita Kusmiati dalam keadaan miskin dan fakir. Faktanya saya tidak punya uang sepeserpun. Tapi saya masih diberi hidayah bahwa saya punya modal berharga yang harus segera saya investasikan. Saya punya modal “dengkul”. Maka saya gunakan dengkul ciptaan Allah itu untuk duduk bersimpuh berlama-lama meminta agar tahapan menuju pernikahan dimudahkan oleh Allah. Alhamdulillah melalui tangan Ibu dan Bapakku rezki dari-Nya turun. Ibu dan Bapakku memberikanku uang yang berlimpah yang sangat cukup untuk mengadakan pertunangan.

Kedua, Saya meminang Neng Wita Kusmiati dalam keadaan tidak bisa berjalan sendiri dan harus dibopong karena sakit di kaki kanan saya. Tapi ini cukup menghibur dan lucu ada calon pengantin yang pakai tongkat dan digandeng kiri kanan oleh para orang tua padahal yang digandeng masih muda. Heeee


Ketiga, Saya tidak membayangkan jumlah kerabat dan sahabat yang ikut akan sebanyak itu. Jumlah yang saya hitung dengan jari saja ada 42. Belum lagi yang di luar yang tidak bisa saya kenali satu persatunya. Terima kasih semuanya. Biasanya meminag itu tidak diantar banyak orang. Tapi semalam saya diantar puluhan orang. Alhamdulillah. Bahkan ada orang yang bilang kenapa tidak ngasih tahu? ingin ikut katanya.

Keempat, saya meminang Neng Wita Kusmiati diantar pakai mobil. Saya tidak merencanakan dan sama sekali tidak membayangkan. Tapi Pukul lima pak Apip bilang bahwa mobil pak Budi akan disiapkan untuk mengantar dan tepat pukul 18.30 mobil pak Budi telah nongkrong di depan gang. Makasih Pak… Makasih semuanya….

Kelima, Saya meminang Neng Wita Kusmiati diantar kerabat dan saudara yang sangat lucu-lucu. Ada yang pulanganting ke dapur mengontrol makanan yang katanya masih dijagain padahal perutnya sudah berdemo. Ada juga yang nyuruh anak kecil ngambil makanan padahal itu trik agar tidak kelihatan rewog. Ada pula yang memasukkan pete senampan ke bagasi motor dengan tingkah yang lucu semua tertawa. Dan itu bukan sebentuk ketidaksopanan. Itu adalah bentuk bahwa dua keluarga telah bersatu dan dekat.Ada juga yang bilang “… jangan jangan bu” ketika mau dikasih makanan, padahal mah itu bercanda dan makanannya dibawa juga, hehe terima kasih semua. Banyolan dan hal-hal lucu sangat pas untuk suasana yang tegang untuk perjaka yang pertama kali yang melakukannya. Pasti tegang kan untung banyak hal yang membuat suasana menacair dan hangat.

Keenam, pinangan saya diterima dengan jelas dan lantang oleh yang bersangkutan yaitu Neng Cantik Wita Kusmiati. Perkataannya begitu jelas terdengar. Saya sempat mendengar cerita dari Kang Diki beberapa saat yang bahwa ada orang yang meminang tapi pinangannya tidak diterima. Saya? Diterima. Alhamdulillah.

Ketujuh, saya memotret beberapa adegan sebelum acara dimulai. Unik kana da orang yang punya peran penting tapi sekaligus jadi Photografer. Saya memang orang yang tidak mau kehilangan moment dalam setiap perjalanan hidup saya.

Kedelapan, Setelah makan saya makan sangat banyak. Opor Turubuk sangat saya sukai, Sate Ayam apalagi, ada Mentimun plus Krupuk, semua sukses meluncur ke perut saya. Setelah dipikir saya heran juga Kok saya lahap banget. Biasanya calon menantu makannya sedikit kan masih malu. Lha saya? Rewog.. hehe

Masih banyak hal unik yang ingin saya sampaikan. Yang penting do’a restu yang kami pinta dan kami harapkan. Semoga kami diberi kemudaan dalam mencapai keinginan baik kami. Amin …

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.