Beberapa hari sebelum saya jatuh sakit, saya sudah mendengar ada seorang yang diberi karunia oleh Allah berupa bisa menjadi sebab kesembuhan bagi orang-oang yang datang kepadanya. Dengan cara yang tidak biasa beliau mengobati pasien yang datang. Beliau tidak menggunakan peralatan canggih dan alat-alat modern dalam metode pengobatannya. Namun beliau menerapkan metode do'a dan munajat serta pengetahuan tentang saraf-saraf tubuh dan anatomi serta sifat-sifatnya.

Ingin saya tulis, memang keluar biasaan atau al-khariq li al-'adah itu bermacam-macam bentuknya, ada yang disebut irhash, mu'jizah, karamah, ma'unah, istidraj dan ihanah. Maka semua bisa dilihat dari tanda-tanda kelakuan orang yang mendapatkannya. Bila ia seorang yang shalih maka itulah ma'unah atau sebentuk penghargan yang disegerakan oleh Allah. Namun bila sebaliknya itu mungkin ihanah atau orang-orang yang diuji dengan keanehan-keanehan dalam dirinya, sanggupkah ia memberi makna atau ia mengaku-ngaku bahwa itu berasal dari dirinya semata.

Kita perlu waspada mengenai bisikan-bisikan halus, baik itu yang dikatakan ilham, ilapat, prtunjuk dalam hal sebab-musabbab seseorang mendapatkan keajaiban-keajaiban itu. SEkilas saya dengar dahulu ternya bukan hanya Allah yang membisikkan atau menancapkan ilham dan menurunkan wahyu melalaui para malaikat, syethan pun ternuyata dalam bahasa lain diberi kemampuan untuk membisikkan rayuan jahat kepada manusia dalam bentuk wahyu syetan dan bisikan-bisikan jahat.

Kejadian-kejadian aneh biasanya adalah kejadian biasa yang belum banyak orang mengetahui rahasianya. Seperti para pesulap yang memperagakan kemahirannya dalam merubah, memindahkan, mewujudkan, mengganti, menghilangkan benda-benda. Bgi orang awam yang tidak belajar sulap itu sungguh mengagumkan dan sangat menarik dan menghibur. namun bagi pesulap, orang yang mempelajari sulap, atau guru pesulap itu, semua menganggap biasa atu bahkan bisa mengoreksi dan mengetahui kekurangan yang pesulap tunjukkan dalam sulapnya.

Bagi keanehan-keanehan yang lain juga ada kemungkinan tidak disebut aneh lagi bila ilmunya diungkap. Seperti dokter yang diberi kemamapuan oleh Allah bisa menyembuhkan aneka penyakit. Bagi orang awam itu sangat luar biasa. Namun bagi para dkter atau gurunya dokter itu maka hal itu biasa saja karena itu ada pelajaran dan pendidikan di bidang itu.

Belum tahu Siapa

Sampai ketika saya jatuh sakit saya belum tahu nama orang ini, tempat tinggalnya di Garut namun juga saya tidak tahu di mana tepatnya. Saya memang tidak tahu dan belum kenal siapa orangnya. Shalih kah ia atau tidak, namun saya berharap semoga ini sebentuk ma'unah tanda penghormatan atas kedekatan ia kepada Allah di masa yang lalu dan sekarang dan mudah-mudahan sampai nanti di masa depan kehidupannya. Amin ...

Nulisny sampai di sini dahulu kaena saya harus sarapan ... Ibuku telah memanggilku untuk makan. Dan sekarang Pukul 03.34 Dini hari ... saatnya tahajjud, witir, tilawah dan istighfar sebanyak-banyaknya ... ya makan dulu yah ...

Cidaun  25 April 2015

Tepat setelah tiga hari dari kepulangan saya dari Garut, Bayongbong, saya mencatat:
Pertama, atas izin, kuasa, dan iradah Allah saya sekarang sembuh. Sakit di mata kaki sebelah kanan serta di bawah kedua lutut saya telah hilang. Kedua, saya sangat menganjurkan bagi yang sakit untuk terlebih dulu berdo'a sendiri sebelum berangkat berobat. Ketiga, banyak pelajaran dari kisah perjalanan kemarin, ada orang-orang yang diberi anugerah khusus dalam pengobatan meskipun dengan cara yang sangat sederhana. Kemudian saya memperhatikan bahwa sang terapis sangat menikmati pekerjaannya, ia tersenyum, bercengkerama, memberikan suasana keakraban dan kerianggembiraan melalui candaan dan keramahannya. Keempat,   pengobat, tabib, atau dokter harus tahu bener gejala-gejala atau penyakit pasien dan tidak usah banyak tanya ini penyakit apa, lha kan datang ke dokter ingin tahu penyakitnya bukan malah ditanya penyakit apa, wong awam ya kagak tahu dong. Kelima, pengobatan tidak perlu lama hingga harus dirawat berbulan-bulan bila memang bisa penyakitnya sederhana. Keenam, dokter atau tabib harus memberi harapan dan berusaha membangkitkan semangat pasien. Ketujuh, dokter atau apapaun namanya, terapis, tabib harus sholeh dan rajin beribadah, bila tidak maka pengobatannya tidak akan manjur dan ditumpangi nafsu duniawi dan bisikan syetan. Kedelapan, semua bisa dijaga melalui makan yang baik dan halal. Makanan bila asalnya boleh dimakan lalu kemudian dokter melarang maka bila kita makan makanan itu maka itu sudah tidak Thayyib dan tidak halal. Karena itu sudah berubah sifatnya bagi orang itu. Bagi yang lain tentu tidak.

Akhirnya berobatlah dengan sabar, shalat, membaca Al-Qur'an, berbakti pada ibu bapak.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.