Alho Accoustic Menjuarai Event Harlah NU; Sebuah Catper

Sekembali dari Cianjur saya langsung ikut bersama Bapak Deni Sugilar membimbing anak-anak kami –Siswa dan siswi MA al-Holiliyah Cidaun – bertandang ke Sindang Barang tempat acara Harlah NU bagian Selatan diselenggarakan. Persiapan dimulai dengan berkumpul di halaman MAS Alholiliyah.

Setelah semua mendapatkan kendaraan dan peralatan telah lengkap kami kemudian dengan mengucap bismillah kami berangkat. Saya membawa salah seorang siswi teladan dan berprestasi di sekolah kami sekaligus puteri dari guru kami Bapak Ustadz Aonadin dari Pontren Al-Yusufiyah Lapang Jayanti Babakan Garut. Oh ya namanya Nurul Miladi Azizah.



Bisnis On Line dan Blog

Setelah kami bejalan beberapa putaran roda langsung saja kami berbincang mengenai rencana ke depan setelah UN. Kami bercerita tentang Blog dan Bisnis On Line. Ia menyatakan sangat ingin sekali Jualan On Line dan berencana mengajak Wita Kusmiati untuk belajar dan melakukan bisnis itu selepas UN. Saya menyimak dan menyemangati dan merekomendasikan untuk belajar langsung kepada Bapak Husni Mubarok yang telah mengajarkan saya nulis di blog.

Kami berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar di PERTAMINI. Sekedar informasi bagi yang akan singgah di Cidaun bahwa di Cidaun sekarang ini banyak sekali pom bensin mini hingga jangan khawatir mengenai hal yang satu ini.


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Sindang Barang. Jalanan yang lebar dan mulus sangat memudahkan kami dalam mengendarai motor kesangan kami. Saya berjalan paling belakang sebagai penyapu bila ada kendala dan terlambat atau salah jalan.

Oh ya di dekat Al-Muthmainnah itu saya punya keponakan puteri dari kakak sepupu saya. Dan kami berencana untuk singgah dan ikut di rumahnya sementara beberapa waktu di sana. Saya sendiri pernah sekali ke rumahnya ketika diundang olehnya ketika acara Milad Al-Muthmainnah.

Setelah kurang lebih satu jam akhirnya kami sampai. Di tengah-tengah perjalanan kami sempat beberapa kali bertanya arah jalan dan keberadaan Al-Muthmainnah kepada beberapa orang yang kami temui. Kami juga sempat membaca beberapa nama jembatan sungai sungai yang lebar dan indah itu.


Kebingungan setelah Sampai
Setelah kami tiba dan mengambil posisi parkir kami langsung istirahat. Kemudian saya diajak Bapak Deni Sugilar untuk menuju meja Pendaftaran. Saat itu kami mendapat kabar yang cukup membuat kami bingung. Bahwa acara perlombaan akan dipindahkan ke malam hari. Di sana juga ada official yang juga sama kebingungan.


Kebingungan kami adalah soal izin kepada orang tua siswa. Kami telah menyebar izin ikut serta kepada orang tua itu hanya untuk acara siang hari dan untuk malam hari kami tidak mencantumkannya dalam surat izin. Kedua mengenai mental dan rasa jenuh dari siswa dan siswi kami yang kami khawatirkan menurun karena menunggu lama.

Beberapa opsi kami bicarakan. Dan Bapak Deni mengumpulkan siswa-siswi kami untuk berembug musyawarah. Saat itu beliau menawarkan apakah kami akan pulang dulu ke Cidaun dan minta izin dahulu ke orang ta masing masing atau tetap di Sindang Barang numpang dulu di rumah keponakan saya, teh Meli.


Bapak Deni menelpon guru-guru senior di MAS AL-Holiliyah Cidaun meminta petunjuk. Dan Bapak Budi Setiawan menyarankan untuk tetap di Sindang Barang. Kebingungan kami selanjutnya adalah mengenai uang makan bila kami harus tinggal dulu di Sindang Barang.

Sesaat Kemudian suami The Meli menelphon saya dan keukeuh harus singgah dan mempersilahkan kami untuk menggunakan tempat di rumahnya untuk latihan dan istirahat. Dan kemudian kami segera saja langsung ke rumahnya dan beliau mempersilahkan kami menempati ruangan toko untuk istirahat dan ruangan tempat main PS untuk latihan.

Kemudian diantara kami berbagi tugas. Ada yang bertugas mencari nasi bungkus, ada yang latihan, da nada juga yang istirahat. Saya sendiri karena masih lelah dan mengantuk setelah pulang semalaman dari Bandung dan Cianjur maka saya memutuskan untuk beristirahat. Sampai menjelang zhuhur saya terbangun dan lalu shalat zhuhur.

Setelah semua shalat zhuhur dan makan, kami lanjutkan dengan latihan pergusi marawis dan vocal. Ada dua grup yang kami bawa. Grup pertama adalah grup marawis Alho Tatalu yang dikomandoi oleh Juno Syanata Alka, Ida Mustajab, Ramdani, Thian, Panji, Rosa, Sadeuli, Riswandi, Rizki, Riki, Holil, Anwar dkk, juga Juju, Fila, dan Rosi. Group kedua adalah Alho Accoustic yang langsung dibimbing oleh Bapak Deni Sugilar, Nurul, Elen, Nency, Yuli, dKK.

Sesaat setelah latihan dengan beberapa catatan akhirnya sudah waktunya kami bersiap untuk perform dan mempersiapkan busana dan make up. Maka masing-masing segera membenahi semua persiapan yang harus telah fixed saat kami tampil.

Setelah itu langsung saja kami jalan bersama menuju tempat berlangsungnya acara. Di sana para panitia dan pengisi acara serta peserta telah ada lengkap dengan para officialnya. Maka kemudian kami pun mengambil tempat duduk di belakang deretan kursi yang telah disiapkan dengan rapi. Kami ambil banyak pose dan bincang-bincang dan bercanda-canda ria.







Saatnya acar dimulai dan ternyata dua gruoup dari MAS Al-Holiliyah mendapat giliran pertama dan kedua.




Penampilan Alho Voice

Penampilan pertama grup kami ini sangat istimewa. Tepukan tangan terdengar keras dan bergemuruh. Suasana semakin meriah dan rame. Jepretan kamera digital dan HP semakin menambah semark suasana. Tak lupa kami pun mengambil video untuk dokumentasi. Lagu pertama adalah lagu yang melo dari Edcoustic yang dibawakan vical Nency Lestari. Begitu baik Alho Voice membawakannya. Tingkatan nada yang diterapkan begitu terdengar serasi. Lagu kedua Alho Voice adalah lagu Insan Pilihan yang bercerita tentang akhlaq mulia Nabi Muhammad. Lagu kedua ini pun sukses memanjakan telinga dan hati para pendengar.
Lima belas menit sudah berlalau dan akhirnya Alho Voice harus turun panggung dengan iringan tepukan tangan dan meriahnya MC menuturkan kata-kata yang semangat dan berapi-api.


Penampilan Alho Tatalu

Grup kami yang kedua segera naik panggung setelah dipangil oleh MC. Peralatan segera dipasang dan sesaat kemudian pukulan pertama Ida Mustajab berpadu dengan ginjreng-nya tabuhan alat yang ditabuh Juno Syanata Alka dan kemudia semua alat ditabuh menggemakan music yang sangat attractive dan kenceng.

Dua lagu yang dibawakan grup ini. Lagu pertama adalah senandung Abu Thalib yang digubah dalam kitab Maulid Al-Barzanji. Di dalamnya adalah kebahagiaan Abu Thalib atas kelahiran cucunya yang paling dikasihinya dan ia beri nama dengan nama yang berbeda dengan kebiasaan orang-orang Arab dalam memberi nama puteranya. Muhammad namanya. Lagu ini dimulai dengan kalimat; Shalla ‘alaikallahu ya ‘Adnani, dibawakan oleh Rosi Rosanti, Juju Junaetin, dan Filla.


Lagu kedua adalah lagu adalah lagu ya Rasulallah, yaa habiiballah, muhammd ibni ‘abdillah, Muhammad ibni “abdillah dan seterunya. Lagu kedua ini pun sukses dibawakan dengan indah dan merdu. Maka dengan iringan tepuk tangan akhirnya grup ini turun panggung.

Penampilan Dari Sekolah MA/MTs Wilayah Selatan

Setelah kedua grup dari MAS Alholiliyah selesai performance, kami antusias mengikuti penampilan grup-grup dari Mts-MTs dan MA-MA yang luar biasa bagusnya menurut kami. Tepukan tangan dan jepretan kamera kami tidak henti mengambil gambar. Kami tidak ragu-ragu untuk mengambil gambar dari dekat panggung.

Saatnya Pulang

Hari beranjak senja, mendung di sebelah utara langit semakin pekat, gerimis kecil mulai turun menyirami bumi yang dahaga. Dengan ini waktu mengabarkan bahwa kami harus segera pulang menadah rahmat yang rintik-rintik bepadu dengan angina semilir dan debu yang terbang.

Kami berpamitan dan sejenak kemabali ke rumah keponakan. Dengan segenap rasa terima kasih kami haturkan hormat atas keluarga kecil ini. Do’a dan lantunan harapan terbersit untuk mereka meski lidah tidak mengucap. Iringan kata dari sini dan sana bersahutan. Kami berpamitan semoga selamat sampai tujuan.

Starter motor mulai bersahutan, suara mesin melalaui cerobong belakang bawah kuda besi mulai nyaring terdengar, satu persatu para penumpang menginjakkan kedua kaki di atas pijakan kuda jepang itu. Kami mengucap salam Assalamu’alaikum …Marangga kasadayana.

Singgah di warung pinggir Jalan - Nga-Mie

Beberapa menit kami konvoi pasukan mendadak berhenti, kemudian terdengar kabar bahagia bahwa kami akan santap makan dulu. Kami berhenti dan setelah mempertimbangkan ini dan itu kami akhirnya nge-mie bareng. Satu persatu kami ambil bagian dan dengan iringan do’a kami santap semangkok mie itu dengan leluasa. Dan Kami dan satu mangkok mie berikut kerupuk dan 7 buah cabai hijau sukses meluncur ke perut kami. Dua puluh orang dua puluh mangkok dalam satu jam isinya sudah tak berbekas. Hanya seuhah saja yang terdengar dari bagian yang menganga dari tubuh manusia.


Leungit Konci Motor

Saatnya bayar-bayar karena kami semua telah selesai tugas almiah kami. Kami satu persatu menyebutkan makanan-makanan tambahan dan pemilik warung menghitung biaya yang harus kami bayar. 

Setelah semua rampung saatnya kami berangkat kembali ke Cidaun, eiiiiit tunggu dulu, konci motor Bapak kamana nya …. Pak Deni merasa kehilangan kunci. akhirnya kami sibuk semua menyibak apapun yang ada berharap kunci motor itu ada. Bahkan sampai piring yang sudah dibereskan pun dibongkar kembali. Semua riweuh sampai ibu dan bapak warung pun kebagian riweuhnya.


Alah ieu naon … hahaha … ieu Pak

Mendadak ada yang teriak ternyata itu suara Sadeuli yang tengah meengacungkan kunci motor. Sesaat kemudian terdengar suara;

hhhhhhhhhhhhhhhhuuuuuuuuuuuuuuhhhh hhhhhhhhhhhuuuuuuhuuu hhhhuuuuuuuuhh ........ !!!!



Saatnya Menghadiri Penutupan Acara

Sesaat setelah melaksanakan Shalat Maghrib saya dihubungi Bapak Budi untuk menghadiri penutupan acara Iharlah NU sambil ingin tahu sekolah mana yang juara. Maka kemudian saya dengan Kang Apip, Bapak Budi, dan Kang Diki berangkat menuju Al-Muthmainnah kembali. Di dekat Ciujung kami berhenti dekat rumah Bapak Gunawan Febriansyah yang sudah menunggu kami. Lalu kami lanjutkan kembali perjalanan.

Alhamdulillah Juara

Sesampai di Al-Muthmainnah kami langsung parker dan menuju panggung yang sedang berlangsung acar. Kemudian MC memanggil grup nasyid acapela Snada dan the Jenggot yang menyanyikan beberapa lagu yang luar biasa dan sanga attractive serta sangat menghibur … mantappph

Sesat kemudian setelah Grup Nasyid The Jenggot turun paggung acar dialnjutkan dengan pengumuman kejuaraan, dan

Juara Pertama diraih oleh ALHO VOICE DARI MA ALHOLILIYAH CIDAUN …!!!

Terdengar suara MC berteriak. Dan itu berarti anak-anak kami berhak untuk mewakili wilayah selatan dalam acara yang sama nanti di akbupaten Cianjur yang akan di laksanakan ole NU dan sayap-sayap organisasainya.

Bapak Budi naik panggung untk mengambil hadiah dan piagam serta uang pembianaan. Setelah itu kami pulang. Selamat ketemu lagi nanti yach yach


Wassalamu’alaikum

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

  1. Ini Catatan Perjalanan ke Al-Muthmainnah

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.