5 Hal yang Sudah Hilang dari Kampungku

Kampung orang adalah surgannya. Sejauh manapun ia telah berlalu tetap saja akan selalu ada tarikan untuk kembali. Mudik adalah salah satu fenomena yang dapat kita sebut tentangnya.

Homesick atau rindu akan kampung halaman akan dirasakan setiap orang. Kampung halaman selalu dikenag meski sang anak kampung telah menjelajahi kampung lain yang lebih indah dan beradab.


Rindu akan kampung halaman bahkan dirasakan oleh manusia teragung, Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya. Dalam cinta yang tertanam di hati ia merintih "kalau seandainya kaummu tidak mengusir aku ..." kata Nabi, "maka aku sedikitpun tidak akan pernah meninggalkanmu ... (Makkah)".

Di waktu Sahur ini. Saya merasakan ada kerinduan pada sesuatu hal yang sudah hilang dari kampungku yang dulu. Yang hilang adalah kebiasaan baik yang ada sebelumnya. Kebiasaan-kebiasan itu adalah yang membuat kampungku menjadi tauladan kampung-kampung lain.

Pertama,
Saya rindu suara anak anak yang menyenandungkan puji-pujian kepada Allah sebelum waktu maghrib tiba. Kemudian pujian itu berlanjut dengan sanjungan untuk kekasih Allah yang mulia, Muhammad saw. Dua hal baik yang membuat gairah agama anak-anak semakin tumbuh dan keceriaan yang berbalut pendidikan agama sangat berbekas untuk kehidupan mereka. Mereka akan mencintai masjid dan biasa untuk Shalt berjama'ah. Nampaknya ini sudah hilang.

Kedua,
Saya rindu akan suara anak-anak, remaja pemuda, dan orang tua yang sudah banyak berkumpul di masjid sebelum adzan maghrib tiba. Seharusnya mereka mendampingi anaknya ke Masjid, duduk bersimpuh, berdo'a, beristighfar, mengaji Al-Qur'an, dan banyak memuji Allah swt. Nampakny ini sudah hilang juga. kata pepatah It takes a whole village to rise a child, untuk membesarkan seorang anak saja membutuhkan masyarakat seluruh sekampung. Itu baru satu orang, bagaimana dengan anak-anak kita yang banyak? berarti harus semakin banyak pula yang harus berperan dalam mendidiknya. Kalau satu kampung sudah tidak bisa mengurus satu anak kampung, maka kita libatkan kampung yng lain untuk terlibat di dalam kampung kita, mau ...?

Ketiga,
saya merindukan suara anak-anak kampung yang mengaji di tempat-tempat pengajian. Semua generasi diantarkan menuju masa depan dengan dasar agama yang kuat. Anak -anak cerdas yang mampu menciptakan teknologi bukan hanya sekedar pemakai hasil karya orang lain. Tampaknya ini masih ada meski tidak segebyar dahulu.

Keempat,
Saya rindu keaktifan para remaja dan pemuda di pengajian dan orgamnisasai. Pengajian remaja di kampungku sudah hampir tiada. Kalaupun ada yang mengaji bukan bukan remaja-remaja kampung kami. Namun mereka adalah remaj dari kampung sebelah atau dari kampung yang jauh. HHeran ... saya rindukan pemuda yang energik, inovatif, dan aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan kepemudaan.

Kelima,
Saya merindukan orang tua-orang tua yang bisa dituakan, membimbing dan mengarahkan, bisa dijadikan panutan dan tauladan. Nampaknya ini sudah hilang juga orang tua yang punya kriteria-kriteria seperti ini.

Ya Allah kami harus berusaha dengan memohon ridha-Mu ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.