10 Hal Sia-Sia yang Wajib Kita Hindari

Dalam sebuah sabdanya Rasulullah saw mengingtkan kita agar selalu bergaul dengan para ahli fiqh dan mendengarkan pembicaraan para bijak bestari. Dua hal ini akan menuntun kita untuk lebih cerdas dan terarah dalam hidup dan ibadah.

Nasihat terbaik ada dalam Al-Qur’an kemudian dalam Hadits Rasulullah saw lalu pembicaraan para alim yang dalam ilmu dan hikmah yang Allah Anugerahkan kepada mereka.




Al-Qur’an dengan redaksi bahasanya yang menghujam lebih dalam adalah pondasi dari segala ilmu dan pendidikan. Kemudian Sunnah Rasulullah saw menjelaskan Al-Qur’an dengan sangat aplikatif. Kedua sumber ini berisi ajaran-ajaran yang sangat runut bagaikan mutiara yang diuntun menjadi manikam yang indah.


Kemudian hati yang akrab dengan Al-Quran dan Al-Hadits, jiwa pengamal serta perjuangan membawa diri berjalan di bawah naungannya akan menyebabakan seseorang dianugerahi perkataan yang bernas dan penuh hikmah kebijaksanaan.

Kali ini saya mencatat pembicaraan Utsman ibn ‘Affan dalam salah satu kitab klasik yang dahulu beberapa tahun silam kami pernah duduk bersama untuk menyimak dan mengkajinya. Kali ini Sayidina Utsman menjelaskan bahwa ada 10 perkara yang dipandang sia-sia tidak berdaya guna atau manfaatnya berkurang. Inilah kutipannya;

قَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَضْيَعُ الأَشْيَاءُ عَشَرَةٌ

Utsman R’a berkata: Ada 10 Hal yang paling sia-sia

عَالِمٌ لاَ يُسْئَلُ

Pertama: Seorang cendikiawan yang tidak dimintai pendapat.

وَالْعِلْمُ لاَ يُعْمَلُ بِهِ

Kedua: Ilmu yang tidak diamalkan.

وَرَأْيٌٌ صَوَابٌ لاَ يُقْبَلٌ

Ketiga: Pendapat yang tepat namun tidak diterima.

وَسِلاَحٌ لاَ يُسْتَعْمَلُ

Keempat: Senjata yang tidak digunakan.

وَمَسْجِدٌ لاَ يُصَلَّى فِيْهِ

Kelima: Masjid yang tidak dipakai untuk shalat.

وَمُصْحَفٌ لاَ يُقْرَاُ فِيْهِ

Keenam: Al-Qur’an yang tidak dibaca.

وَمَالٌ لاَ يُنْفَقُ مِنْهُ

Ketujuh: Harta yang tidak dinafkahkan.

وَخَيْلٌ لاَ تُرْكَبُ

Kedelapan: Kendaraan yang tidak ditunggangi.

وَعِلْمُ زُهْدٍ فِ بِطْنِ مَنْ يُرِيْدُ الدُّنْيَا

Kesembilan: Ilmu zuhud pada orang yang menginginkan dunia.

وَعُمْرٌ طَوِيْلٌ لاَيُتَزَوَّدُ لِسَفَرِهِ.

Kesepuluh: Umur panjang yang tidak digunakan berbekal untuk perjalanan akhiratnya.

Itulah yang dikatakan oleh Sayidina Utsman yang wajib kita renungi. Bila kita telah diberikan modal berupa karunia, anugerah, nikmat dari Allah maka kita harus menggunakannya dalam ketaatan sebagai tanda kita bersyukur kepadanya. Pada hakikatnya Allah tidak menciptakan segala sesuatupun dengan sia-sia, namun manusia sendiri lah yang kurang akalnya serta tumpul kecerdasannya hingga tidak peka kan kesempatan yang ada. Maka mari gunakan karunia Allah yang telah ada dalam genggaman kita agar lebih manfaat bagi kita.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.