10 Cara Mendapatkan Ampunan Dari Allah

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah bukan karena ia tidak akan pernah berbuat dosa. Namun dalam diri manusia Allah telah menempatkan modal dan bakat serta kemampuan untuk memimpin. Adanya akal membuat ia mamapu menahan hawa nafsunya agar sesuai dengan aturan Allah. Sedangkan keberadaan hawa nafsu membuat manusia punya daya ambisi dan keinginan untuk membangun.

Keberadaannya yang memilki dua potensi taqwa dan durhaka membuat manusia menjadi sangat layak untuk ditempatkan di dunia yang penuh dinamika. Maka dengan keberadaannya seperti ini manusi pasti menyadari bila ada yang salah dalam langkahnya. Karena dosa adalah kesalahan yang dapat terasa mengganjal di dalam hati. Manusia yang lahir sesuai fitrah pasti merasakan tidak enak hati bila melakukan hal yang tidak sesuai dengan kesucian jiwanya.


Di saat manusia gelisah akan dosa-dosanya, Allah yang maha pemurah mengulurkan tali kasih untuk mengangkatnya dari kubangan dosa. Ia bukakan pintu lebar-lebar bagi orang yang ingin membersihkan kembali diri dan jiwanya. Pintu taubat adalah jalan kembalinya orang-orang berdosa kepada kesucian di haribaan Allah yang Maha Suci.

Paling tidak ada sepuluh macam hal yang harus kita perhatikan dan lalui agar taubat kita sempurna. Kutipan ini adalah bersumber dari kitab Nashaihul ‘Ibad yang beberapa tahun silam kami pernah baca dihadapan duru kami, Drs KHR Edi Komarudin, M.Ag.
Para bijak bestari berkata;

“Wajib bagi orang berakal yang bertaubat untuk mengerjakan sepuluh perkara; pertama Istighfar dengan lisan, menyesal atas dosa-dosa yang lalu, mencabut perbuatan buruk dengan anggota badan, bertekad tidak mengulangi perbuatan buruk, mencintai akhirat, membenci dunia, menyedikitkan berbicara, menyedikitkan makan dan minum, dan bersunguh-sungguh dalam ilmu dan ibadah, dan menyedikitkan tidur.”

Dalam tulisan Bahasa Arabnya tertulis;

قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ:
"يَنْبَغِيْ لِلْعَاقِلِ إِذَا تَابَ أَنْ يَفْعَلَ عَشْرَ خِصَالٍ
إِحْدَاهَا إِسْتِغْفَارٌ بِاللِّسَانِ
وَنَدَمٌ بِالْقَلْبِ
وَإِقْلاَعٌ بِالْبَدَنِ
وَالْعَزْمُ عَلَى أَنْ لاَ يَعُوْدَ أَبَدًا
وَحُبُّ الآخِرَةِ
وَبُغْضُ الدُّنْيَا
وَقِلَّةُ الْكَلاَمِ
وَقِلَّةُ الأَكْلِ وَ الشَّرَابِ
حَتّى يَتَفَرَّغَ لِلْعِلْمِ وَالْعِبَادَةِ
وَقِلَّةُ النَّوْمِ

Demikianlah keterangan dari ‘ulama tentang tata cara kita bertaubat kepada Allah. Teruslah berharap dan berdo’a kepada Allah swt.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.