Ummat Terbaik dalam Kenangan Al-Faruq

Memabaca Sirah Nabawiyah halaman demi halaman buku karangan Syaikh Al-Mubarakfury yang orang kafur india itu, hati ditumbuhi bunga bunga iman dengan disiram teladan jernih yang sejuk bagaikan air bersih.

Dicatat dalam salah satu bukunya Akh Salim A. Fillah, bahwa Di Masjid Rasulullah khalayak sedang mendengarkan seseorang sedang tabi'in yang tidak sempat berjumpa Rasulullah berkhutbah. Setelah membaca Ayat ke 110 Surah Ali-Imran sang khatib mengucap tahmid "segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan kita sebagai sebaik-baiknya ummat".

Baru saja selesai sang khatib mengucapkan kalimat itu, sang Amirul Mukminin Umar Ibn Al-Khaththab langsung menyela, "Tidak, Demi Allah, seandainya yang Allah kehendaki adalah kalian, niscaya Dia berfirman 'Antum khaira Ummatin Ukhrijat linnasi' tetapi sungguh dia telah berfirman dengan fi'il madhi:' kuntum khaira ummatin. Maka sungguh yang dimaksudka-Nya adalah kami, para sahabat, ketika Rasulullah masih ada di antara kami".

Setelah itu hadirin lalu menyaksikan Umar tergugu, menangis tersedu-sedu. Mereka pun terduduk, mengerti betapa rindunya Al-Faruq kepada hari-hari terindah dalam hidupnya, ketika ia berada disisinya, menjadi penyambung antara langit dan bumi dengan cahaya.

Demikian catatan ringkas Syarif Hidayat dari Penulis muda yang berbakat, Salim A. Fillah dengan beberapa saduran. Dari catatan ini dapatlah kita menarik kesimpulan, bahwa jiwa yang terkesan akan jiwe-jiwa suci di Madrasah kenabian sebisa mungkin harus berusaha mengetahui hal ikhwal mereka agar kita bisa mengambil bimbingantermanis dan paling sehat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.