Sang Penghibur

Saat-saat ini adalah saat-saat yang sangat berat yang saya rasakan. Ada banyak pertanyaan yang menyesakkan dada yang selalu terngiang dengan nada menuntut dan mempersalahkan. Saat kupandangi sekelilingku telah berubah jauh. Usia semakin bertambah sementara beban pikiran semakin hari semakin berat saya rasakan. Tersadar bahwa diri ini sedang dalam keadaan jauh tertinggal segala-galanya oleh kawan-kawanku. Saat yang lain telah mapan secara finansial saya masih harus pula menahan malu karena masih menerima biaya dari orang tua. Saat yang lain telah berani merajut asa dengan berkeluarga aku masih berfukir pendek hanya untuk diriku sendiri. saat yang lain telah mampu membiayai anak dan istri, saya mengurus diri pribadi sendiri masih sangat keteteran. Di saat yang lain bisa membahagikan orang tua, saya hanya jadi benan buat mereka. Padahal saya ini sarjana berpendidikan tinggi sedangakan mereka tidak. Apa yang salah dengan diriku. Syukur Kamu Datang Kawan Hati mendadak berbunga, saat hati semakin sensitif dan merasa dijauhi - padahal itu cuma perasaanku saja - tanpa ada kabar sebelumnya kawan lama datang memboyong anak dan istrinya. Hati berbisik "aku tidak sendiri". Aku bahagia karena bisa melepas rindu pada dia -kawan yang menyayangiku karena Allah. Padahal dia rumhnya jau. Dia tinggal di Bekasi sengaja datang untuk mengunjungiku yang ada di Cianjur kampungnya, tepatnya aku berada di daerah Cidau - Kabupaten Cianjur. Untuk bisa sampai ke kampungku, kawanku harus bersusah payah menempuh perjalanan jauh selama 8 jam. Padahal dia tidak sendiri. Dia ajak pula istri dan anaknya untuk dikenalkan kepadaku. Begitu indah persahabatanmu kawan ... Tamu Kedua Tak lama berselang setelah kawanku undur diri, datang dua orang bertamu kepadaku. Tanya ini dan itu, dimatanya menyiratkan keyakinan aku bisa menjawab semua pertanyaannya. Hatiku berbisik "di tengah-tengah rasa tidak percaya diri sedang mencengkram jiwaku, Allah menghadirkan dua orang yang percaya akan kemampuanku" Subhanallah Astaghfirullah. Pasti ada Sisi Baik Aku yakin banyak sisi baik dan potensi yang ada dalam diri ini meski sekarang aku buntu. Biarlah istighfarku ini mengundang jalan keluar dari Allah atas kebuntuan jalan dan kekakuan sikap dan pikirku ...

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.