Menyambangi Sayang Heulang yang Bikin Penasaran

Sore hari setelah Ashar HPku berdering pertanda ada panggilan masuk. Nadanya yang khas di telingaku membuatku selalau respect terhadapnya. kulihat yang memanggil adalah Bapak Dani Sabila dari Karang Laut Santolo.

"Kang Syarif kumaha damang" dari seberang telephon beliau menyapa. "Baik kang ..." kataku. "iraha atuh bade ka Santolo teh ,,,?" katanya "aya acara besar tanggal 21-22 ulang Tahun Garut tempatna di Sayang Heulang" sambungnya lagi. Begitulah ringkasan pembicaraan kami yang menambah rasa penasaranku akan pesona Sayang Heulang itu dan di hati saya ini sudah ada tekad untuk pergi ke sana.

Di hari minggunya saya menjadi tambah kuat bertekad untuk ke Sayang Heulang itu memenuhi rasa penasaran saya. Maka setelah mengisi kuliah di STIT INSIDA Jakarta Pokjar Cidaun saya langsung berkemas.

Dan pada saat itu pula saudara dan teman saya di kantor mrngajak bakar mentok sambil ngaliwet. Saya ke rumah dulu mengambil helmet dan jacket sambil memikirkan siapa yang mau diajak ke Sayang Heulang untuk nemenin. Sekilas saya lihat ada Abdul Karim, anak didik saja, untuk ikut bersama saya. Tanpa pikir lama ia lkangsung mau meski dalam kondisi kurang sehat.

Akhirnya kami berangkat menuju cijengkol terlebih dahulu tempat acara makan-makan akan berlangsung, dan saya start dengan memotret speedometer pada motor kesayangan saya.


15 menit perjalanan kami sudah tiba di Cijengkol. Saya langsung membakar daging mentok itu dengan susah payah dan peluh dimana-mana. Selang beberapa saat daging mentok sudah siap disantap. Saya makan dengan lahap bahakan saya juara makan saat itu mengalahkan bapak Ahmad Sibaweh yang terkenal jago makan.. hahahah, saya rasa daging mentok teramat gurih dan nikmat apalagi ditambah sambal goang yang pedas. Maknyuuuuus ... brow


Tepat pukul 12.11 kami langsung menuju sayang heulang dengan berniat jama' ta;khir atas shalat zhuhur dan ashar. Dan sudah menjadi sifat saya yang tidak bisa menahan diri kalau lihat pemandangan yang kece-kece ... saya langsung berhenti dan ambil posisi pose narsisku ... nih poto-potonya ...






Tepat 2 jam berkendara sampailah kami di pintu gerbang Sayang Heulang. tidak salah memang orang bercerita tentang keindahannya. Kita akan menyusuri pesawahan kebun bambu dan 5 menit kemudian kita disajikan pemandangan ala kota dan indahnya pantai yang sangat memikat hati.


Sesampainya di sana saya langsung parkir motor di bawah menara dan saya langsung naik ke menara tiga tingkat itu dan ambil beberapa poto.


Setelah puas kami berpoto kemudian kami menyusuri sepanjang pantai selatannya yang banyak berdiri villa-villa dan penginapan yang murah dengan kisaran harga antara Rp 75.000 sampai Rp 800.000,-


Benar kata kang Dani Sabila, Sayang Heulang mengadakan event besar dalam rangka HUT Garut. Di sana ada off road, Fun riding, family riding, bazar, pagelaran hiburan yang dihadiri para pejabat dan pecinta balapan motor kros yang membuat suasana semakin semarak. Ketika saya datang ke sana acara sedang berlangsung, dan undian telah berlangsung juga pemberian hadiah pun telah berjalan.

Bersama Bapak Dani Sabila Karang Laut

Lagi Pada dengerin kejuaraan

Lagi pada liat-liat poto

Karena yang kesebut nomornya pada gak ada akhirnya yang ada diminta deketin panggung utama

Selang Beberapa saat kami pamitan ke Bu Erni istrinya Pak Dani Sabila untuk pulang kembali ke Cidaun.




logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.