Menatap Mamah berangkat Pagi ke Sawah

Yang paling mengiris hatiku adalah saat aku melihat Mamah dan Bapak pergi ke sawah. Kenapa ? karena mereka seharusnya tidak lagi melakukan pekerjaan berat seperti itu lagi saat aku anaknya telah berotot dan meraih gelar sarjana. Aku seharusnya mampu menghandle kebutuhan mereka. Aku seharusnya menetapkan mereka dirumah dan aku sediakan sawah atau kebun di dekat rumah saja. Sulit memang bagi mereka untuk tidak melakukan kebiasaan yang selam ini mereka kerjakan. Yang saya maksudkan dengan ini dalah agar mereka masih bisa melakukan kesenangan mereka dalam bercocok tanam dan beratani yang selama ini mereka tekuni. Sahabat .... yang membuat saya merasa sangat sedih adalah saya belum bisa mewujudkan impian itu. Saat usia mereka tidak lagi muda dan mulai sakit-sakitan ternyata aku pun belum bisa melakukan banyak hal. Hanya air mata yang penuh penyesalan dan terkadang datang perasaan merasa tidak berguna dalam hatiku. Mamah Di usianya yang sudah tua masih pula harus berjalan jauh ke satu pesawahan yang jauh. Aku saja tidak mampu untuk setiap hari berjalan begitu jauhnya. Terkadang mamah bisa dua sampai tiga kali pulang-pergi ke sawah itu. Aku dibelikannya motor dan aku sering pula meminta Mamah untuk mau aku bawa. Namun Mamah tetap tidak mau, padahal itu motor mamah dan bapa yang dibeli dengan uang mereka pula. Bapak Bapak adalah anak dari seorang petani yang sederhana bahkan dapat dikatakan miskin. Bila aku lihat orang-orang memperlakukannya aku teramat sedih. Ayahku bila duduk di suatu pertemuan hanya duduk di pojok dan bukan di jajaran orang-orang terhormat. Banyak yang berani berbuat tidak terpuju kepada bapakku ini yang terkadang membuatku marah. Pernah suatu kali bapaku ikut dalam suatu usaha ternyata dikadalin oleh tmannya sendiri. Tidak lain karena mereka memandang remeh pada ayahku. Aku yang tahu tentangnya cuman bisa menahan amarah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kupandang bapaku sangat sabar. Aku ingin Aku ingin bisa membuat mereka bahagia. Sekarang ini aku ingin punya uang yang banyak dan penghasilan halal yang bisa aku gunakan untuk kebahagiaan mereka. Aku sudah punya niat dan diantara yang aku minta dalam doaku adalah diturunkannya rizki kepada kami dengan deras sederas turunnya hujan mencurahkan rahmat Allah....

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.