Makan-Makan Sehabis UAM-BN Bersama Siswa-Siswa MAS Al-Holiliyah

Berawal dari cerita-cerita Bapak Budi bersama Sri Wulan Purnamasari (siswi) yang mengatakan bahwa ayahnya telah menyiapkan durian di rumahnya di Gelar Pawitan.a Terencana bahwa hari Kamis akan segera berangkat ke Gelar Pawitan. Tapi ternyata setelah beberapa saat cerita-cerita dan ngobrol-ngobrol sama anak-anak ternyata sangat banyak yang mau ikut. Namun ternyata belum sampai di hari Sabtu anak-anak se-kelas Sri Wulan Purnamasari (Kelas XII-IPS-2).

Oh ya di Cidaun, Gelar Pawitan merupakan salah satu tempat penghasil duria yang legit dan enak. dagingnya tebal dan rasanya sangat manis.

Oh ya kembali ke cerita. Berkumpullah anak-anak di hari sabtu, Jumlahnya sangat banyak. Timbul masalah. Kendaraan yang ada tidak cukup untuk kami semua. Jangankan kami harus dempetan bertiga satu motor. Kalaupun bawa motor satu orang saja sudah sangat berat dengan medan yang sangat berat.

Daerah Gelar Pawitan merupakan wilayah Kabupaten Cianjur yang sangat berat untuk dilalui. Sebagian besar jalanan sangat berbahahaya. Batu cadas dan tanah liat, Batu besar dan karang yang runcing, Kontur tanah yang labih dan banyak tanjakan dan turunan dengan belokan yang tajam adalah hal-hal sulit untuk dilalaui. Dan yang paling mengerikan adalah jembatannya yang masih Rawayan.

Karena berbagai pemikiran dan pertimbangan, akhirnya Bapak Budi memutuskan untu ngaliwet saja di rumahnya. Inilah poto-potonya:



Ada hal lucu setelah kami makan, datanglah Bapak Ahmad Sibaweh. Maka sontak kami tertawa karena Bapak Baweh telat dan kami agak tidak enak hati sam beliau. Untungnya masih ada goreng ayam dan nasi liwetnya.

Setelah itu tidu leyeh-leyeh jadi pilihan ....



logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.