Desa Dunia yang tanpa Perang

"Dunia sedang mengkerut" begitu kata para pakar menggambarkan dunia yang pagarnya semakin dekat. Batas-batas negara semakin dekat bahkan sepertinya telah dihancurkan. Seakan-akan semua orang dari mana pun bisa leluasa masuk ke rumah kita tanpa hambatan.

Jalan-jalan penghubung sudah terbuka gerbang-gerbangnya. Jembatan-jembatan telah dibangun menghubungkan dua pulau yang terpisah. Semua pintu tidak mampu mengunci dirinya. Semua tamu tamu bisa masuk jauh ke dalam beranda rumahnya.

Dunia sudah menjadi sebuah desa kecil. informasi dari ujung timur bisa sampai ke ujung barat dalam hitungan detik. Melewati jutaan mil yang sangat jauh. Namun seakan kita bisa pindah ke negara lain dengan satu loncatan saja. Begitu cepatnya.

Mata batin kita bisa melihat tempat yang jauh dari tempat kita duduk. Namun untuk sekarang mata kepala pun bisa sanggup melihat tempat lain secara langsung meski terpisah jarak yang tak terhingga jauhnya.

Begitulah kondisi dunia masa kini ....

namun tetap saja, manusia akan tetap rakus dan saling serang. Maka di era dunia yang seperti ini mungkinkah manusia hidup rukun seperti di desa yang permai tanpa perang. Semuanya mungkin tapi harus diiringi dengan kesungguhan kerja.

satu diantara yang dapat kita bangun adalah, membina komunikasi lintas cultur dan budaya. Memahami kebiasaan dan adat istiadat orang lain membuat kita bisa memahami informasi dengan tepat.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.