Amat (Hamba Sahaya Perempuan) melahirkan Majikannya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِِ الرحِيْمِ

Umar Al-Faruq mengisahkan datangnya seorang laki-laki yang teramat putih warna bajunya, teramat hitam rambutnya, tidak tampak bekas jauhnya perjalanan. Ia datang menghadap Rasulullah mengajukan beberapa pertanyaan yang ketika telah selesai dijawab Baginda Rasulullah ia langsung menyatakan benar atas jawabannya.

Sampaila ia menanyakan yang Rasul tidak tahu jawabannya, yaitu tentang 'Assaa'ah". Rasul dengan rendah hati menyatakan bahwa yang ditanya dengan yang bertanya sama-sama tidak tahu.

Lelaki itu meminta Rasul untuk menyebutkan tanda-tandanya. Maka Beliau menyebutkan 'An talida al-amatu rabbataha'.

Menyimak hadits ini bersama kawan-kawan ada terbersit kekhawatiran. Melihat perilaku anak-anak yang tidak menghormati orang tuanya kini marak di mana-mana.

Memang ada penjelasan bahwa dulu para hamba sahaya perempuan ini diperjualbelikan di pasar-pasar dijadikan komoditas perniagaan yang sangat menguntungkan. Dan ia akan berpindah-pindah tempat mengikuti siapa pun yang mampu membelinya. Maka ada kemungkinan bila tuannya itu menyetubuhinya dan ia melahirkan anak tuannya maka anaknya itu kelak akan memperbudak ibunya pula.

Atau ibu nya itu dijual kembali oleh bapaknya dan nanti ia yang akan membelinya tanpa ia tahu bahwa budak yang ia beli adalah ibunya. Maka jadilah sang ibu menjadi budak anaknya.

Adapun kekhawatiran Syarif Hidayat adalah bahwa bukan mengkhawatirkan orang lain namun mengkhawatirkan diriku sendiri yang tidak maksimal memuliakn mereka.

logoblog
Previous Post
Posting Lebih Baru
Next Post
Posting Lama

Post a comment

Copyright © Sarip Hidayat. All rights reserved.